0 menit baca 0 %

Tugas Selesai, Panitia Ibadah Haji Kemenag Riau Rapat Evaluasi

Ringkasan: Riau (Inmas) - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kemenag Riau telah mengadakan rapat evaluasi penyelengaaraan ibadah haji dan umrah pada Selasa, (13/12).Kegiatan evaluasi dilakukan di Aula Besar Kanwil Kemenag Riau siang waktu setempat. Evaluasi ini melibatkan seluruh prugas yang dipimpin lan...

Riau (Inmas) - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kemenag Riau telah mengadakan rapat evaluasi penyelengaaraan ibadah haji dan umrah pada Selasa, (13/12).Kegiatan evaluasi dilakukan di Aula Besar Kanwil Kemenag Riau siang waktu setempat. Evaluasi ini melibatkan seluruh prugas yang dipimpin langsung oleh Plt Kakanwil Kemenag Riau.

Dalam evaluasi ini dilaporkan seluruh perkembangan jemaah pasca  musilm haji. Rapat ini menyimpulkan perlunya penyempurnaan regulasi tentang standart mengenai pelayanan terhadap jamaah. Hal itu dianggap penting dan dijadikan konsen dalam melakukan perbaikan dari apa yang sudah dianggap bagus untuk dapat dipertahankan dan hal hal yang harus ditingkatkan, mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga pemulangan.

Plt Kakanwil Kemenag Riau mengatakan penting sekali untuk mengevaluasi hal hal yang terjadi pada Penyelenggaran Haji 2018. Ia berharap ada sejumlah perbaikan yang intens dalam bentuk bimbingan terhadap jamaah haji di masing masing kab/kota. “Apalagi jamaah kita tiap tahunnya kan berganti, tentu hal tersebut hal yang baru bagi para jamaah, ini perlu di invetalisir, dan perbuahan yang signifikan. “Sekalipun secara umum penyelenggaraan ibadah haji 2018 sudah sukses, kita perlu tekankan 2019 harus lebih sukses lagi”, ucapnya.

Ia mengingatkan perlu adanya sejumlah inovasi yang harus dilakukan pada musim haji mendatang.  Setidaknya terkait percepatan imigrasi, akomodasi baik itu pemondokan atau hotel jamaah. Menurutnya jamaah haji asal Riau harus dapat menikmati berbagai layanan mulai dari yang pokok hingga hal yang terkecil sekalipun.

Drs Erizon Efendi mengungkapkan persoalan persoalan yang ditemui selama musim haji, baik itu di tanah air maupun selama di Arab Saudi. “Sejumlah persoalan ini tentu perlu dibicarakan dan dicarikan jalan keluarnya, agar tahun depan tidak muncul lagi, kalaupun kemungkinan muncul masalah selama penyelenggaraan ibadah haji akan selalu ada, tetapi karena jamaah yang akan kita layani juga berbeda, tentu kita perlu evaluasi dan beri teguran. “Sekalipun persoalannya masih dalam konteks yang sama, apalagi petugas penyelenggaraan ibadah haji, terjadi pergantian terus, tidak selalu sama”, ucapnya.

"Upaya ini untuk meminimalisir masalah masalah yang timbul, paling tidak kita tahu masalah apa yang akan muncul", jelasnya.

“Petugas yang kita berangkatkan betul betul kredibel, terkait pelayanan dokumen juga begitu, jika Kemenag pusat sudah membutuhkan dokumen dari Kanwil, sebaiknya kita sebagai penyelenggara ibadah haji juga melakukan percepatan penyelesaian dokumen tersebut", tandasnya.(vera/anto/yesi/fitri)