0 menit baca 0 %

Transformasi Pendidikan: Al Mujtahadah Perkuat Kompetensi Guru melalui Kurikulum Berbasis Cinta

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag). Pondok Pesantren Al Mujtahadah Pekanbaru menggelar pelatihan intensif selama dua hari bagi seluruh guru dari jenjang MI, MTs, hingga MA. Kegiatan yang dilaksanakan pada 11 Desember 2025 tersebut, difokuskan pada penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembel...

Pekanbaru (Kemenag). Pondok Pesantren Al Mujtahadah Pekanbaru menggelar pelatihan intensif selama dua hari bagi seluruh guru dari jenjang MI, MTs, hingga MA. Kegiatan yang dilaksanakan pada 11 Desember 2025 tersebut, difokuskan pada penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (PM) sebagai pijakan utama penyelenggaraan pendidikan berkarakter.


Pelatihan menghadirkan Ariadi Iskandar, M.Pd., sebagai narasumber utama. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menumbuhkan empati, kasih sayang, dan relasi positif antara pendidik dan peserta didik. Menurutnya, suasana belajar yang penuh cinta merupakan prasyarat tercapainya Pemahaman Mendalam, yaitu kemampuan siswa memahami materi secara komprehensif, bermakna, dan aplikatif.


Materi pelatihan meliputi metode pembelajaran inovatif, sosialisasi KMA 1503 tahun 2025, konsep penerapan KBC dan PM di kelas, serta penyusunan rencana belajar yang adaptif terhadap perkembangan peserta didik. Guru dibimbing untuk mampu merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga pada penguatan aspek afektif dan karakter.


Pelatihan ini turut dipantau oleh dua Pengawas Pembina Madrasah, yaitu Dra. Hj. Sri Mawarti, M.A., dan Suriani, M.Pd. Keduanya hadir memastikan pelaksanaan kegiatan selaras dengan kebijakan kurikulum Kementerian Agama.


Dra. Hj. Sri Mawarti, M.A., memberikan apresiasi terhadap inisiatif Pondok Pesantren Al Mujtahadah dalam memprioritaskan peningkatan kompetensi guru. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam mentransformasi pola pikir pendidik menuju pembelajaran yang lebih humanis dan berorientasi karakter. Sementara itu, Suriani, M.Pd., berharap para guru Al Mujtahadah dapat menjadi contoh penerapan kurikulum baru secara utuh dan berkesinambungan di lingkungan madrasah.


Melalui pelatihan ini, Pondok Pesantren Al Mujtahadah menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga unggul dalam karakter, spiritualitas, serta kecerdasan emosional. Pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih hangat, inklusif, dan bermakna