0 menit baca 0 %

Tradisi Tepung Tawar dan Kompang Warnai Penyambutan Kakanwil Kemenag Riau Baru

Ringkasan: Riau (Inmas) Kedatangan Kakanwil Kemenag Riau yang baru, disambut tepung tawar sesampainya di halaman gedung aula Utama Kanwil Kemenag Riau pada Rabu (06/03). Kedatangan Mahyudin ini disambut sejumlah pejabat dan para karyawan/ti ASN Kemenag Riau. Sepanjang jalan Mahyudin berjabat tangan menyalami s...

Riau (Inmas) – Kedatangan Kakanwil Kemenag Riau yang baru, disambut tepung tawar sesampainya di halaman gedung aula Utama Kanwil Kemenag Riau pada Rabu (06/03). Kedatangan Mahyudin ini disambut sejumlah pejabat dan para karyawan/ti ASN Kemenag Riau. Sepanjang jalan Mahyudin berjabat tangan menyalami satu persatu yang bertugas menyambut.

Uniknya pada penyambutan Kakanwil Kemenag Riau kali ini, ada yang berbeda. Tradisi Melayu tepung tawar menjadi perhatian seluruh yang hadir. Diawali oleh Edward S Umar Kemenag Kota Pekanbaru, kemudian dilanjutkan pemberian tepung tawar oleh Kakankemenag Kab Rohul, Kasubbag Ortapeg Drs H Kamaruddin, Kasubbag Umum Drs Elwizar, Kasubbag Hukum dan KUB Anasri Nurdin MA, dan Kasubbag Keuangan Drs Mulliardi MPd kepada Kakanwil Kemenag Riau. Pemberian tepung tawar tersebut diiringi nyanyian merdu sholawat oleh Dra Ruzaima Audah.

Tepung tawar adalah salah satu tradisi melayu yang masih dilaksanakan masyarakat melayu. Tetapi sebagian masyarakat sudah mulai meninggalkan tradisi ini. Tepung tawar biasa digunakan dalam acara acara tertentu misalnya pernikahan, menempati rumah baru, khitanan serta bentuk bentuk dari luapan rasa kegembiraan bagi orang yang mempunyai hajatan atau upacara adat sakral lainnya.

Tepung tawar tersebut diberikan dengan menepuk nepukkan bedak pada punggung dan telapak tangan dan merenjis renjiskan air mawar pada Kakanwil Kemenag Riau yang baru dilantik. Dengan menabur naburkan bunga rampai, beras kuning, ke badan dan diakhiri dengan doa.(vera/faj/ana/anto)



 

 

Â