0 menit baca 0 %

TPIHI Kloter BTH 18 Ikuti Rapat Persiapan Armuzna di Hotel 607 Syisyah

Ringkasan: Riau (Inmas) - Wakil ketua Armuzna Ahmad Fathoni dari Kementerian Haji Arab Saudi, memimpin rapat persiapan puncak ibadah haji di aula hotel 607 Syisah Mekkah. Hal yang dibicarakan dalam rapat ini adalah upaya untuk memperkuat bimbingan ibadah haji kepada jemaah.

Riau (Inmas) - Wakil ketua Armuzna Ahmad Fathoni dari Kementerian Haji Arab Saudi, memimpin rapat persiapan puncak ibadah haji di aula hotel 607 Syisah Mekkah. Hal yang dibicarakan dalam rapat ini adalah upaya untuk memperkuat bimbingan ibadah haji kepada jemaah. Upaya tersebut yakni, memberikan motivasi dan memperkuat pemahaman seputar Manasik Haji dan teknis pergerakan menuju Arofah.

Pengurus kloter 18  BTH turut mengikuti rapat persiapan armuzna sektor 1 Makkah, 3 Agustus 2019 pukul 17.00 WAS atau 21.00 WIB.

Pada rapat ini tampak hadir juga Hasan Kampari bagian melontar jumroh, Hisyam Dardukr bagian umum armuzna, dan Hisyam Rawa, dan turut hadir juga bagian maktab 8 Khairudin sebagai penterjemah.

TPIHI Marthillevi Shaleh menyampaikan sejumlah catatan kepada jemaah, jelang hadapi puncak haji yang dikenal dengan titik rawan nya ritual rukun Islam yang kelima ini.

Ia mengatakan setiap JCH sudah harus  menyiapkan diri dengan ihram sejak subuh pada jumat 8 zuhijjah/9 agustus di hotel masing masing. 

Selanjutnya jemaah calon haji akan di drop ke Arofah dimulai pagi Jumat dengan 8 bus, yang masing masing per kloter 1 bus berisi 60 hingga 65 jamaah, katanya menyebut poin kedua. 

“Artinya puncak haji dimulai bergerak ke Armuzna sejak Jum'at” katanya lagi.

TPIHI BTH 18 mengharapkan pada pemberangkatan ini karu dan karom mampu mengkoordinir jemaahnya secara maksimal supaya puncak armuzna dapat berjalan dengan lancar. 

Ia juga mengingatkan jemaah agar membawa barang bawaan seperlunya saja.

Disamping itu pihak Armuzna  Arab Saudi mengharapkan kloter mengutamakan perempuan saat menaiki bus,  memperhatikan dan memprioritaskan JCH dengan kursi roda.

Bahkan termasuk jemaah yang sakit, lansia dan Ristie betul betul harus menjadi perhatian pengurus kloter untuk melakukan perjalanan jemaah ke Arofah. 

Marthilevi menambahkan pihak Amruzna   berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah.

“Untuk dropping jemaah dari arofah ke mina tidak di undi, tetapi diberangkatkan jamaah di tenda terdepan lebih dahulu dan mengikuti jamaah sesudahnya dan seterusnya”, jelasnya.

Terakhir Ia menyebut pihak Armuzna Arab Saudi mengharapkan besok Ahad,  4 Agustus petugas kloter BTH 18 agar segera melakukan survey ke tenda di arofah dan mina.

“Survey ini bersamaan dengan kloter lainnya pukul 17.00 WAS untuk memudahkan mobilisasi jemaah”, tukasnya.(vera)