Riau (Inmas) – Arafah adalah padang pasir yang terbuka dan luas di sebelah timur luar kota suci umat Islam di Makkah, Arab Saudi. Di padang yang luas ini, pada satu hari (siang hari) tanggal 9 Dzulhijjah pada penanggalan Hijriyah berkumpullah umat Islam dari berbagai pelosok dunia untuk melaksanakan inti ibadah haji, ibadah Wukuf.
Padang Arafah hari ini seolah-olah tampil sebagai miniatur padang Mahsyar. Jemaah haji sedang berkumpul dihadapan Allah SWT. Semuanya akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan dan kelakuannya masing-masing.Â
Pangkat, jabatan dan harta kekayaan yang selama ini kita kejar tidak bisa menyelamatkan kita, bahkan keluarga terdekat yang selama ini kita banggakan pun tidak mampu menolong.Â
Semoga siapapun yang hadir di padang arafah hari ini tidak terbesit dihati sanubarinya semacam kebanggaan hadir di tempat dan waktu yang didambakan Ummat manusia.Â
Gelar haji bukan merupakan jaminan bahwa kita lebih baik dari mereka yang sedang berpuasa arafah hari ini dia tanah air.Â
Boleh jadi kehadiran kita di tempat dan waktu yang mulia ini (Arafah) adalah berkat doa mereka yang ada disekeliling kita.
Demikian isi Khutbah wukuf yang disampaikan oleh Dr. H. M. Tawwaf sebagai Pembimbing Ibadah Haji Provinsi Riau yang tergabung dalam Kloter BTH 05. Terlihat khutbah itu diikuti dan disimak oleh jemaah haji dengan khidmat.
Setelah khutbah wukuf selesai, dilanjutkan dengan Shalat dzuhur Ashar jamak qashar takdim dan di lanjutkan dengan dzikir bersama yang memakan waktu hampir 3 Jam.
Doa dan dzikir wukuf tersebut dipimpin langsung oleh khatib dan diakhiri dengan bersalaman sebagai tanda rangkaian wukuf dapat dilalui dengan penuh haru dan khidmat. Tangis haru jamaah tidak tertahankan seiring dengan bunyi petir dan tetesan gerimis hujan membasahi tanah Arafah.(vera)