Riau (Inmas) – “Sekiranya orang2 Islam berhenti melaksanakan thawaf ataupun sholat di muka
bumi ini, niscaya akan terhentilah perputaran bumi kita ini, karena rotasi dari
super konduktor yang berpusat di Hajar Aswad, tidak lagi memencarkan gelombang
elektromagnetik”, Demikian kata Dr Rialis Muhammad Shaleh Mpd mengutip Prof. Lawrence E. FI Whiple kepada humas melalui via selluler, Jum’at (26/07).
Menurut sebuah tulisan Americana menulis sebuah hasil penelitian dari 15
Universitas menunjukkan Hajar Aswad adalah batu meteor yang mempunyai kadar
logam yang sangat tinggi, yaitu 23.000 kali dari baja yang ada.
Beberapa astronot yang mengangkasa melihat suatu sinar yang sangat terang memancar dari bumi dan setelah diteliti ternyata bersumber dari Bait Allah atau Ka’bah. Super konduktor itu adalah Hajar Aswad, yang berfungsi bagai mikrofon yang sedang siaran dan jaraknya mencapai ribuan mil jangkauan siarannya.Â
Subhanallah, luarbiasa kuasa Allah Swt terang
Rialis.
“Sungguh kita berhutang besar kepada  orang Islam, karena thawaf dan sholat tepat waktu menjaga super konduktor itu. ” Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Illaha illallah, Allahu Akbar”,  Betapa bergetar hati kita melihat dahsyatnya gerakan thawaf haji dan umroh, jelas Rialis mengulang tulisan Prof Lawrence E. Yoseph – Fl Whiple
Rialis sendiri memaknai mukjizat hajar aswad bahwasanya manusia itu melalui kehidupannya berfikiran positif, dan memulainya dari yg positif kanan ke kiri jika melakukan tawaf dan jumlahnya nya 7 kali putaran sesuai dengan jumlah hari seminggu yang di lalui oleh manusia, maknanya untuk  menginsyafi kehidupan manusia dimuka bumi.(vera)