Riau (Inmas) - Jemaah haji Indonesia tak terkecuali Kloter 3 BTH, memanfaatkan waktu selama berada di Makkah untuk memperbanyak ibadah dan melaksanakan umrah. Tidak sedikit jemaah yang melaksanakan umrah hingga berkali-kali.
Soal ini, ketua kloter 3 BTH Khairulnas tidak mempermasalahkan jemaah melaksanakan umrah sunnat. Hanya saja untuk jemaah yang berisiko tinggi dan lansia tidak dianjurkan karena ditakutkan akan kelelahan.
“Untuk mengisi waktu dengan ibadah sebelum pelaksanaan Armuzna. Dianjurkan bagi yg sehat dan mampu melakukannya”, sebutnya kepada humas melalui sambungan via selluler, Rabu (24/07) pukul 17.10 WIB.
Sementara bagi yang lemah atau risti dianjurkan beristirahat di hotel dan memulihkan tenaga untuk kegiatan Armuzna, sambung Khairulnas.
Ia mengatakan jemaah melaksanakan umrah sunnat mulai pada pukul enam pagi, dan ada beberapa rombongan yang lain melaksanakan juga.
"Boleh saja bagi yang kuat, jangan sampai merugikan diri sendiri. Sebab proses ibadah haji masih panjang dan membutuhkan stamina maupun fisik prima," ucapnya.
Hal tersebut agar kondisi jamaah tetap bugar menjelang dan selama proses puncak haji.
Terlebih lagi terkait dengan menjaga kondisi kesehatan, maka untuk melakukan hal ini juga perlu dipertimbangkan bagi jamaah risti (risiko tinggi) dan lansia.
Menurut Khairulnas jika jamaah tersebut memiliki kemampuan maka hal tersebut tidak mengapa. Akan tetapi, hal yang perlu diingat puncak ibadah haji adalah Arafah.
"Jadi, energinya menjelang pelaksanaan Arafah harus kuat. Kita harapkan jamaah berhati-hati," katanya.
Saat ini tercatat jemaah yang tengah dirawat di Mekkah, 1 di KKHI an. Juniati, 1 di Alnoer Hospital an. Sunaryo. Sedangkan jemaah yang dirawat di Madinah 1 orang di KKHI menunggu dikirim ke Mekkah an. Nismah, dan 1 jemaah lainnya an. Norsiah. “Sudah kembali masuk hotel hari ini dari Madinah” katanya.(vera)