Palembang (Inmas) – Siapa bilang Riau tak bisa juara bulutangkis Nasional? Siapa bilang anak jati Riau tak bisa menumbangkan pemain-pemain terbaik di Pulau Jawa? Siang ini (Kamis, 6/8) Toha Al Muktarim membuktikannya. Putra Zulkafli yang merupakan binaan club Silva Pekanbaru ini mampu mematahkan perlawanan dari Bagus. T dari Kudus Jawa Tengah di final bulutangkis Tingkat MTs Aksioma 2015 di Palembang Sumatera Selatan. Kemenangan Toha pun dengan angka yang fantasitis, yaitu 21 – 15 dan 21 -17.
Aksioma (Ajang Kompetisi Seni Olahraga Madrasah) Nasional 2015 di Palembang Sumatera Selatan segera akan usai. Sejumlah pertandingan dan perlombaan pun akan ditutup kecuali bulutangkis. Tahun ini sepertinya Riau tak beranjak seperti dua tahun sebelumnya. Prestasi tak hebat sangat dan tak buruk pula. Tapi Aksioma tahun ini ada yang beda. Pada cabang bulutangkis, di luar dugaan semua peserta dan official nasional, Toha Al Muktarim, pelajar MTs sawasta dari Provinsi Riau mampu tampil di final setelah mengalahkan banyak pebulutangkis unggulan tanah air lainnya. Di penyisihan grup, secara mengejutkan, Toha Almuktarim menjungkalkan Hatta pemain asal DKI Jakarta dengan dua set langsung. Hatta kabarnya merupakan binaan salah seorang pemain nasional yang pernah mengharumkan nama Indonesia di Kancah Internasional. Di semifinal, Toha pun mematahkan perlawanan unggulan lainnya, yaitu Fajar dari Provinsi Banten.
Semua mata terbelalak karena di partai semifinal, di luar Pulau Jawa, hanya Toha yang mampu bicara dan membuat kejutan. Bahkan di partai semifinal, pemain muda berbakat ini secara mengejutkan lagi menghempaskan pemain unggulan asal Provinsi Banten dengan dua set langsung tanpa perlawanan.Akhirnya, Toha Almuktarim pun mampu mematahkan perlawanan pemain Bagus T dari Kudus Jawa Tengah. Bicara Jawa Tengah tentu tak bisa melupakan club Djarum sebagai pengembang dan pelahir bibit pebulutangkis tanah air.
Toha membelalakkan mata pebulutangkis tanah air di area komplek Wisma Atlet Tanah Air. Riau juara tunggal putra bulutangkis?
Mereka benar, selama ini Riau hampir tak pernah diperhitungkan nasional karena belum ada pemain Riau yang diperhitungkan kecuali Jeffer Rosobin yang prestasinya pun tidak hebat-hebat banget.
Toha dan Aksioma 2015 ini menjadi momentum bagus untuk memacakkan keseriusan organisasi bulutangkis (PBSI) Riau serta pengurus KONI Riau untuk membina cabang ini dengan sebaik-baiknya. Ternyata tak ada yang tak bisa jika kita mau. Tak ada yang mustahil jika keinginan, semangat dan kerja keras dipadukan dengan kepasrahan kepada Tuhan untuk mencapai suatu tujuan.Selamat Toha, tahun ini sejarah bulutangkis Indonesia telah engkau tulis dengan tinta emas. Menang Toha!!! Naiklah prestasi bulutangkis Riau dan Indonesia di masa depan.
“Saya bangga dengan kemenagan ini,” kata Toha. “Semoga ini berarti buat oranguaku dan Provinsi Riau,” katanya penuh haru.
Kabid Penmad H mahyudin mengucapkan selamat buat Toha Almuktarim. “Terima kasih Toha,” kata H Mahyudin di tengah kerumunan simpatisan Toha.
“Toha ini merupakan King of Riau, “ kata Ilyas yang merupakan salah seorang official Aksioma Provinsi Riau saat diwawancarai riau’kemenag.go.id seusai pertandingan. (griven)