0 menit baca 0 %

TKHI Kloter BTH 08 :15 Hal Ini Wajib Diperhatikan Jemaah Hadapi Puncak Haji

Ringkasan: Riau (Inmas) - Insyaa Allah dalam waktu 1 minggu lagi jemaah akan melaksakan wukuf di Arafah. Karena tidak bisa dikatakan  berhaji bila jemaah  tidak melaksanakan wukuf. Demikian disampaikan Dr Pasniwati dokter kloter BTH 08 kepada humas, Rabu (31/07).

Riau (Inmas) - Insyaa Allah dalam waktu 1 minggu lagi jemaah akan melaksakan wukuf di Arafah. Karena tidak bisa dikatakan  berhaji bila jemaah  tidak melaksanakan wukuf. 

Demikian disampaikan Dr Pasniwati dokter kloter BTH 08 kepada humas, Rabu (31/07). Menurutnya jemaah haji perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk melaksanakan tahapan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan juga Mina (Armina). 

Menurut dr Pasniwati sedikitnya ada 15 hal yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan saat Armina antara lain:

1. Makan teratur agar tubuh bertenaga  dan tidak mudah sakit.

 2. Sering minum tidak menunggu haus, saat Armina nanti perkiraan suhu di Mekkah semakin tinggi, maka jemaah harus waspada risiko kekurangan cairan dan heat stroke semakin besar

3. Menggunakan alat pelindung diri (APD) Alat pelindung diri saat keluar pondokan atau tenda termasuk saat santri di toilet Armina

4. Mengurangi aktivitas fisik yang tidak perlu, simpan tenaga untuk menyelesaikan Armina.

 5. Mengrungai aktivitas diluar tenda saat Armina.

 6. MMembawa obat obatan pribadi dan mengkonsumsinya secara teratur sesuai anjuran dokter.

 7. Konsultasi ke posko kesehatan  lantai I

8. Membawa dan mengkonsumsi oralit saat  di Armina.

9. Peduli serta saling menjaga antar jemaah minimal yang sekamar atau  seregu, berangkat sama sama dan pulang sama sama. 

10. Membawa pisau cukur sendiri dan tidak dipinjamkan/meminjam milik orang lain.

11. Ketika diarea Armina nanti tidak naik ke atas bukit, tebing bebatuan dan tidak berbaring dijalan/kolong kendaraan yang terparkir. 

12. Jemaah harus bisa memilih rute melempar jamarat yang aman dan sudah direkomendasikan oleh petugas haji yaitu rute yang melalui tenda tenda jemaah Indonesia dan masuk melalui terowongan. Dibalut tersebut tersebar petugas dan pos kesehatan, sedangkan jalurlainnya tidak ada perlindungan  petugas/pos kesehatan, sehingga berbahaya bagi jemaah indonesia jika dilewati.

13. Tidak memaksakan diri melempar jamarat jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

 14. Melontar jamarat mengikuti waktu yang sudah ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi untuk jemaah Indonesia.

 15. Hati hati jika menggunakan tangga berjalan esklator di  area jamarat karena curam. Angkat pakaiandiataa mata kaki untuk menghindari terinjak/terbelit di eskalator. 

Dokter Wati berharap jemaah bisa menerapkan 15 saran tersebut selama di Armuzna.”Semoga jemaah bisa saling mengingatkan dalam kebaikan”, tukasnya. Pihak TKHI tak akan kelemahan melayani, tandasnya.(vera)