Jepara (Inmas) - Pemprov Riau yang diwakili oleh dua pejabat Drs H Yusrizal Effendi Apt selaku Kepala Sub Bagian Fasilitasi Pembinaan Kerukunan Umat Beragama Biro Adm.Kesra Provinsi Riau, Iskandar SAg Kepala Sub Bagian Pemberdayaan FKUB dan Sarana dan Prasarana Rumah Ibadah Biro Adm Kesra Riau meninjau langsung suasana perlombaan Kegiatan MQK ke VI tingkat nasional di Jepara yang dipusatkan di Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin, Minggu (03/12).
Hal ini dilakukan guna melihat langsung kondisi perlombaan santri seluruh Indonesia, khususnya penampilan kontingen Riau dalam semua cabang. "Kunjungan pemprov tentu menjadi motivasi sendiri bagi pemerintah dalam hal ini Kemenag dan para pimpinan pondok pesantren untuk berkontribusi lebih baik lagi kedepan", ujar Dr H Muhammad Fakhri MA Kasi Pd Pontren Kanwil Kemenag Riau disela berlangsungnya perlombaan. "Semoga kinerja Kemenag dan Pemprov bisa berbarengan dalam menciptakan masyarakat yang agamis", ujar Fakhri.
Sementara itu Yusrizal Effendi mengungkapkan kekagumannya terhadap pelaksanaan MQK nasional yang terkesan sederhana namun profesional tersebut. "Saya sangat senang sekali, bahwasanya apa yang selama ini saya tidak tahu, dalam mengkaji ilmu Islam ini, perlu dilombakan dan dipahami secara komprehensif oleh santri kita sebagai umat muslim", tuturnya kepada humas Riau.
Ia menilai kitab kitab para ulama perlu di kaji lebih dalam upaya meningkatkan pengetahuan, keimanan dan pemahaman kita terhadap keislaman. Untuk itu pihaknya akan membantu dan mendukung sepenuhnya kegiatan MQK ini di masa yang akan datang.
Yusrizal mengaku selama ini pemprov Riau belum mengalokasikan anggaran untuk kegiatan Kemenag khususnya MQK ini. "Saya bersama rekan diintruksi Sekda Provinsi Riau untuk menengok langsung, dan pihkanya akan mengalokasikan dana untuk MQK pada anggaran 2019 mendatang", ucapnya optimis.
Insyaallah pihaknya akan menganggarkan, dan kedepan kita juga akan lebih intens bekerja sama dengan institusi vertikal Kemenag ini."Apa yang bisa dianggarkan di pemprov Riau, atau apa yang bisa dianggarkan oleh Kemenag sendiri akan dikoordinasikan nanti", jelasnya.
Sehingga tidak saling tumpang tindih dalam penganggaran ini. "MTQ tingkat nasional saja dibiayai mulai dari TC hingga perlombaannya, dan sudah berjalan baik selama ini, terangnya mencontohkan, sementara untuk MQK ini baru saja akan dimulai, maka untuk teknis pelatihan ataupun TC nya nanti akan kami handle sepenuhnya disuatu tempat, semuanya akan koordinasikan kembali, tandasnya optimis.
Pihaknya mengajak Kemenag bersama sama untuk bisa lebih fokus dalam kegiatan akbar ini. Ia berpesan kepada para santri, pembimbing, pendamping maupun panitia agar bekerja dan berbuat dengan ikhlas, "Seluruh kegiatan ini tidak boleh terlepas dari sebuah pengabdian dan keihlasan kepada Allah Swt", ucapnya.
Kita tidak hanya mencari kejuaraan saja, tapi tujuan kita sejatinya menunjukkan bahwa kita bisa memahami apa yang sudah kita pelajari dan dapatkan dari kegiatan mengkaji kitab kitab ini, sebutnya. "Kita akui di daerah Jawa kyai dan ulamanya banyak yang sudah pakem dengan kitab klasik ini, namun di Riau juga saat ini sudah semakin berkembang pesantren. Karenanya ia akan mencarikan solusi apa yang menjadi kendala selama ini, mengingat sudah makin tingginya animo masyarakat untuk memasukkan anak ke pesantren.
Ditambahkannya, apalagi di era cyber yang penuh dengan tantangan sekarang, lanjut pejabat murah senyum ini." Sudah saatnya masyarakat kita melek agama, apalagi visi dan misi Provinsi Riau untuk 2020 Provinsi yang berbudaya melayu dan agamis", tandasnya,
Selama ini ia mengaku pihaknya sudah pernah menggagas beberapa program seperti perda zakat, maupun perda MTQ namun selalu terhalang dan terkendala oleh isi dan kontennya. "Kami minta dibantu memperjelas konten kegiatan yang dibuat Kemenag, karena yang paham dengan hal itu tentu stakehokder di Kemenag", imbuhnya mengakhiri bincang.
Untuk diketahui rombongan Pemprov dan pimpes Alkautsar, PP Aluswah dan Official Kemenag Riau mengawali kunjungannya di lokasi cabang Akhlaq 'ula, selanjutnya diteruskan ke cabang lomba Fiqh Wustha, diteruskan meninjau perlombaan Fiqh putera tingkat wustho dan debat bahasa inggris puteri yang akan tampil beberapa saat lagi.(vera)