Siak (Inmas) - SMPN 5 Kecamatan Minas, Siak. menggelar praktek tata cara memandikan hingga mensolatkan jenazah. Hal itu dilakukan dalam rangka mendalami Pendidikan Agama Islam khususnya bagi siswa/i yang beragama Islam di sekolah itu, Hal ini di ungkapkan oleh Dra Risna Kepala SMPN 5 Minas sebagaimana dikutip dari laman Karimuntoday.com, Rabu (10/04/19) Siang.
Dikatakan Dra Risna, Kegiatan itu dilaksanakan di Ruangan MDTW sekolah tersebut, yang dipandu langsung oleh Ali Tua Iman Pohan, selaku guru agama Islam disekolah itu, “kemarin, kita melalukan praktek memandikan jenazah bersama anak-anak kelas 6 Dan 7 atau Kelas 1 dan 2 MDTW Al-Azizah SMPN 5 Minas, sebab harus berimbang antara teori dan prakteknya,” katanya.
Dra Risna melanjutkan, pendidikan ini sangat penting bagi siswa/i di sekolah itu, sebab berguna menjadi modal minimal bermanfaat bagi dirinya dan keluarganya. “pemahaman seperti ini sangat penting, dan ini diajarkan dalam islam seperti tata cara dan hukum beribadah yang baik dan benar, tata cara memandikan jenazah, tata cara shalat, puasa, haji dan lain sebagainya itu berguna sekali saat mereka besar nanti. Minimal jadi modal mereka mengurusi orang tuanya atau keluarganya,” katanya menjelaskan.
Lebih jauh dia menerangkan, dalam kajian syariat Islam mengajarkan bahwa setiap manusia pasti akan mengalami kematian yang tidak pernah diketahui kapan waktunya. Tentunya sebagai makhluk sebaik-baik ciptaan Allah SWT dan ditempatkan pada derajat yang tinggi.Maka Islam sangat menghormati orang muslim yang telah meninggal dunia. Oleh sebab itu, pihaknya mencoba mengaplikasikan penyelenggaraan tersebut kepada Peserta didik Sekolah itu.
“Kita adakan kegiatan memandikan zenajah ini sebagai mata pelajaran tambahan untuk MDTW, sengaja kita masukkan materi ini di dalam MDTW yang ada di SMPN 05, kita praktekkan langsung, jadi siswa tidak hanya membayangkan seperti apa penyelenggaraan nya, jadi langsung kita praktekkan bagaimana penyelenggaraan Aslinya, agar kelak apabila anak ini sudah terjun kemasyarakat mereka bisa mengetahui caranya, setidaknya anak-anak ini memiliki dasar bagaimana cara memandikan zenajah kemudian menyolatkannya,” Terangnya pula.
Lanjutnya, “kegiatan ini kita adakan perdana di sekolah ini baru semenjak saya bertugas di SMPN 5 ini, kepala sekolah sebelumnya belum ada buat program ini, jadi saya menggali program yang baik itu seperti apa, dan akhirnya saya mencoba mengaplikasikan kegiatan yang banyak di masyarakat untuk di pelajari oleh siswa/i di sekolah ini sebagai program MDTW,” Terangnya.
Selain itu dikatakan Dra Risna pihaknya juga menyelenggarakan sholat Sunnah Dhuha berjamaah setiap jumat pagi di sekolah itu, “Duha kita adakan setiap jumat pukul 7.30 setelah itu kita sambung baca yasin dan pidato bergilir dari anak-anak tersebut sebagai materi bimbingan ceramah, tentunya Kita berharap semoga anak-anak ini lebih mendalami materi ini dan dapat mengetahui maupun menguasai penyelenggaraannya dan menambah keimanan bagi mereka, dan dapat mengerti jika kelak mereka menemui orang meninggal jadi mereka mengerti cara penyelenggaraannya.” Tuturnya.
Diakhir dijelaskannya adapun untuk siswa/i yang beragama Nasrani pihaknya juga membuat bimbingan kerohanian di ruangan yang berbeda dengan guru pembimbing, Leli Anatri selaku Guru Agama kristen di sekolah tersebut. (Hd)