Dumai (Inmas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai, Drs. H. Syafwan, Selasa (25/02/2020) melakukan monitoring Kinerja Pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dumai Selatan untuk mengetahui secara langsung kondisi Kantor dan pelayanan yang dilakukan oleh jajarannya.
Kakan Kemenag Kota Dumai, Drs. H. Syafwan, mengatakan, kegiatan monitoring yang dilakukan ini bertujuan untuk melihat langsung bagaimana pelayanan KUA Kecamatan terhadap masyarakat serta kondisi riil di lapangan terhadap keberadaan dan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan KUA yang merupakan garda terdepan Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
H. Syafwan berharap kepada seluruh pegawai yang ada di Kantor Urusan Agama (KUA) dari Kepala sampai dengan staf pelaksana agar selalu meningkatkan kinerjanya selaku abdi negara dan abdi masyarakat.
โJangan sampai ada masyarakat yang ketika berurusan dengan KUA, terbengkalai dan diabaikan, serta dalam melayani tamu agar kiranya diberikan pelayanan dengan baik dan sopan,โ harapnya.
Lebih lanjut Kakan Kemenag Dumai mengingatkan kepada pegawai Kantor Urusan Agama untuk selalu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan memberikan pelayanan secara prima kepada masyarakat, karena tugas Kepala dan staf yang ada di Kantor Urusan Agama Kecamatan adalah sebagai pelayan publik serta merupakan penjaga image Kementerian Agama secara keseluruhan dalam masyarakat.
Kakan Kemenag juga berharap agar pegawai KUA dan Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS melakukan pengawasan terhadap kegiatan keagamaan yang ada di lingkungannya. Pengawasan tersebut wajib kita lakukan karena dikhawatirkan akan terjadi kegiatan keagamaan yang menjurus kepada ajaran aliran sesat dan radikalisme yang dapat mengancam keutuhan bangsa dan negara, khususnya di Kota Dumai ini.
Lanjut H. Syafwan berpesan apabila menerima laporan dari masyarakat ada suatu kegiatan yang mengarah kepada hal-hal yang berbau aliran sesat dan radikalisme, cepatlah ditindaklanjuti karena bisa meresahkan masyarakat dan jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, harapnya. (Arief)