Bagansiapiapi (Inmas) – Sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal (SK Dirjen) Pendidikan islam, mengenai penerima bantuan kontrak prestasi madrasah, dimana dana yang digelontorkan harus dipertanggungjawabkan penggunanya ke Direktur Madrasah Kemenag RI. Maka Kanwil Kemenag Riau melalui bidang Pendidikan Madrasah pada Kamis, (05/01) menggelar Workshop peningkatan mutu akademik dan non akademik di MA Alfalah Kab Rokan Hilir.
Kepala Kemenag Rohil Drs H Agustiar dalam membuka acara menyampaikan Kementerian Agama berupaya agar mutu pendidikan madrasah tidak kalah dengan yang lain. Kegiatan workshop ini sangat penting sebagai upaya untuk meningkatkan wawasan tenaga pendidik maupun non pendidik dalam meningkatkan mutu akademik maupun akademik lembaga dan regulasi yang baik dan profesional.
Menanggapi hal tersebut Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA mengatakan pihaknya memiliki perhatian yang sangat besar terhadap madrasah. 80 persen dana yang ada kita gelontorkan untuk pendidikan dengan porsi masing masing. Diantaranya terkait masalah gaji guru, sertifikasi guru serta dana BOS dan bantuan siswa miskin. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus dari pemerintah melalui Kemenag yang merupakan lembaga yang memayungi madrasah. Apalagi di Rohil sendiri MA Alfalah saat ini sangat diterima keberadaannya oleh masyarakat dengan keberhasilan pada UN Tahun lalu,mendapat nilai tertinggi se-Provinsi Riau, bahkan menurut data yang ada ditemui ada berkisar 4000 siswa miskin di Kabupaten Rohil ini, imbuhnya. Ini merupakan lecutan tersendiri sekaligus bagian upaya kita meningkatkan kualitas ke depan, ucapnya.
Tak kalah penting, sambungnya madrasah hari ini sudah bisa bicara dan eksis ditengah masyarakat, tidak seperti dahulu animo masyarakat terhadap masyarakat masih rendah dan cenderung diremehkan dipandang sebelah mata saja. Keunggulan madrasah ketimbang sekolah umum lain itu justru terdapat pada pelajaran tambahan yang dimuat dalam kurikulum madrasah itu sendiri. Sebut saja karakter pendidikan agama dengan menerapkan sholat berjamaah kepada siswa, membaca alquran sehingga dapat pula melahirkan qori dan qoriah yang unggul jelasnya. Artinya nilai lebih ini yang wajib dipertahankan, dan tentunya yang akan membedakan madrasah dengan sekolah lainnya, tidak hanya belajar ilmu pengetahuan umum saja. Sehingga akan terbentuk karakter anak yang memiliki kecerdasan spritual (Spritual Quotients) dan kecerdasan emosi ( emotional quotients).
Selain itu menurutnya Kemenag selaku aparatur Sipil Negara (ASN), kita harus punya komitmen yang tinggi agar satker kita semakin baik dimasa datang. Dengan gelaran Worskshop ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam mengelola dan memberikan pendidikan serta pelayanan pendidikan madrasah. Sehingga pada akhirnya bisa meningkatkan kualitas pendidikan madrasah demi terwujudnya madrasah yang lebih baik, pesannya mengakhiri sambutan.
Hadir pada kegiatan tersebut Kabid Penmad Drs H Mahyudin MA, Kankemenag Rohil Drs H Agustiar MA, Kasi Kelembagaan dan Sistem Informasi Kanwil Kemenag Riau Drs Afrialsyah Lubis, Kasi PAIS Kemenag Rohil Drs Naini, Kepala KUA Bagan Sinembah H Mukhlis S Ag, Kepala KUA Simpang Kanan Mahmudin Sag, Ketua Pokjawas rohil Drs Amiruddin MPd dan Kepala Sekolah MA Alfalah, serta para majelis guru, orang tua wali murid.(vera/izan)