Riau (Inmas)- Untuk meningkatkan seni baca Alqu an bagi guru
mengaji tradisional demi terciptanya insan yang qur ani dan bermarwah, Bidang
Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau menggelar kegiatan Pembinaan Qori/ Qoriah,
Hafidz/ Hafidzah Tingkat Provinsi Riau pada 24- 26 Agustus 2019 di Hotel
Mutiara Merdeka Pekanbaru.
Acara dibuka oleh Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA,
didampingi Kabid Penaiszawa HM Saman S Sos M SI dan Kasi Pengembangan MTQ dan
Hadits H. Mas Jekki Amri, Hs. MM, dengan dihadiri oleh 54 orang peserta
kegiatan yang merupakan guru mengaji aktif di masyarakat.
Mahyudin mengatakan, Pembinaan Qori/ Qoriah dan Hafidz/ Hafidzah tidak hanya meningkatkan kualitas seni baca alqur'an dan hafal alqur'an, tetapi menjadi langkah strategis untuk mengurangi masyarakat buka aksara Alqur an, karena
berdasarkan data yang ada, buta aksara Alqur an di Riau masih cukup tinggi.
Melalui guru- guru mengaji tradisional yang ada di daerah-
daerah pelosok khususnya dapat meningkatkan kompetensi diri untuk memberikan
pembinaan terhadap anak- anak kita yang ada di daerah dengan metode yang mudah
dipahami, ungkap Mahyudin dan berharap pembinaan dapat berjalan lancar dan
memberikan hasil akhir yang positif dalam menekan angka buta aksara Alqur an di
Riau.
Mas Jekki Amri mengatakan, Pembinaan Qori/ Qoriah, Hafidz/
Hafidzah yang 90 % merupakan guru seni baca Alqur an tradisional yang ada di
daerah- daerah Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau. Materi yang diberikan meliputi strategis guru mengaji dalam melahirkan
qori/ qoriah dan hafidz/ hafidzah, tahsin Alqur an dan lainnya.
Melalui kegiatan ini kita berharap akan lahir qori/ qoriah
dan hafidz/ hafidzah dari daerah- daerah yang belum terjangkau selama ini. Melalui
mereka nanti diharapkan bisa menjadi perpanjang tangan kita untuk melakukan
pembinaan terharap qori/qoriah di daerah, ungkap Jekki. (mus/ady)