Pekanbaru – (Inmas). Semua masalah yang dihadapi dan timbul ditengah-tengah masyarakat secara prinsip hanya bisa diselesaikan oleh agama karena bersifat Universal dan sangat cocok pada semua zaman papar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs.H.Ahmad Supardi MA yang didampingi Pembimbing Masyarakat Budha, Tarjoko S.Pd,MM pada Pembukaan acara Pencegahan Kenakalan Remaja di Kalangan Pelajar Budhis pada Bimas Budha di Hotel Ameera, Jumat (21/04).
Ketua Panitia melalui Pembimbing Masyarakat Budha, Tarjoko S.Pd,MM melaporkan Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan Pengetahuan, keterampilan dan Kemampun sehingga terbentuk siswa-siswi Budhis yang memiliki sikap dan kepribadian yang baik,Meningkatkan Kualitas siswa-siswi Budhis dalam penghayatan pengamalan Sang Budha.dilaksanakan selama 3 hari dari 21 s/d 23 April 2017 berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Nomor 210 Tahun 2017, tentang Panitia, Narasumber dan Peserta Pencegahan Kenakalan Remaja di kalangan Pelajar Budhis. Diikuti oleh 100 Orang Siswa-siswi dan Guru Pendamping yang ada di 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau.yang diisi oleh Narasumber berkompeten dalam bidangnya yaitu dari Kementerian Agama, Polda Riau, Badan Narkotika Provinsi (BNP) dan Bhikkhu.
Siswa-siswi Budhis merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari remaja/generasi bangsa Indonesia secara keseluruhan oleh karena itu remaja Budhis juga merupakan bagian yang harus dibina dan ditata sehingga mereka semua mampu membina diri untuk menyongsong masa depan yang gemilang dan cerah bagi Indonesia papar Tarjoko.
Ahmad Supardi mengatakan kenakalan Remaja bisa timbul bermacam cara. Pertama disebabkan persoalan lingkungan yang kita hadapi tidak kondusif, bermasalah dan jauh dari ajaran agama sehingga remaja terpancing dan ikut melakukan hal negatif
Kedua disebabkan oleh Kemajuan IPTEK yang luar biasa yang tidak disertai pengawasan dari orangtua sehingga remaja bisa dengan bebas dan sesuka hatinya memanfaatkan layanan yang disuguhkan untuk kepentingan pribadi yang nantinya akan merusak moral remaja.
“Back to Basic atau Kembali pada agama” merupakan kunci utama dalam pencegahan kenakalan remaja. Ahmad supardi berharap melalui acara ini remaja budhis bisa memberikan pengaruh positif terhadap sesamanya sehingga mampu membawa remaja lainnya melakukan hal yang lebih bermanfaat bagi Lingkungannya terutama bagi dirinya sendiri.(belen)