Pekanbaru (Inmas)- Melalui Ditjen Pendidikan Islam Direktorat Pendidikan Madrasah Kementerian Agama komitmen mengembangkan 4 tipologi madrasah, yaitu madrasah reguler biasa, madrasah akademik, madrasah vokasional/ kejuruan, dan madrasah keagamaan.
Menurut Pgs Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Mahyuddin MA, madrasah reguler adalah madrasah biasa yang ada pada umumnya. Sedangkan madrasah akademik berupaya menekankan pada lahirnya generasi intelek yang ber otak Jerman dan berhati Makkah. Hal tersebut sudah mulai diterapkan dibeberapa madrasah, seperti MAN 2 Model.
“Bagaimana berupaya supaya anak-anak kita betul-betul mampu dibidang sains, kemudian hatinya betul-betul orang yang beriman. Jadi mereka menjadi orang-orang yang intelektual otaknya Jerman, hatinya Makkah,” ujarnya.
Kemudian madrasah vokasional adalah madrasah yang komit mencetak anak-anak madarasah yang punya skill dan punya keterampilan setelah menamatkan pendidikan madrasah.
“Hal ini terus kita kembangkan dan alhamdulillah di Riau ini sudah di rintis oleh mantan Kakanwil terdahulu Tarmizi Tohor. Insyaallah tahun ini akan kita bangun Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) di Provinsi Riau yang terletak di Kab. Rokan Hulu, setelah tahun kemaren kita berhasil melahirkan madrasah Akademik, Madrasah Aliayah Negeri Insan Cendekia MAN IC),” jelasnya.
Sedangkan Madrasah keagamaan merupakan cikal bakal madrasah yang melahirkan calon-calon ulama untuk masa yang akan datang. “Inilah tipologi madrasah yang sampai hari ini rektorat pendidikan madrasah terus berinovasi berupaya bagaimana ini bisa terealisasi di negara kita hingga kepelosok tanah air,” jelasnya. (mus/dms)