0 menit baca 0 %

Tingkatkan Kompetensi Guru PAK, Penyelenggara Kristen Kemenag Rohil laksanakan Pembimbinaan guru

Ringkasan: Rokan Hilir (inmas)- Daalm rangka meningkatkan kompetensi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir melalui Penyelenggara Kristen mengelar Kegiatan pembinaan guru agama Kristen dilingkungan Kementerian Agama Kab. Rokan Hilir pada hari Sabtu (18/8) di gedung GPI, Jl.
Rokan Hilir (inmas)- Daalm rangka meningkatkan kompetensi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir melalui Penyelenggara Kristen mengelar Kegiatan pembinaan guru agama Kristen dilingkungan Kementerian Agama Kab. Rokan Hilir pada hari Sabtu (18/8) di gedung GPI, Jl. Lintas Riau – Sumut Balam Sempurna Km. 30 Kec. Balai Jaya.

Kegiatan yang diikuti 20 orang Guru Agama Kristen dari Kecamatan se-Kabupaten Rokan Hilir dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir H. Agustiar, S.Ag, didampingi Penyeelenggara Kristen Jhon Manik Ridwan, S.PAK.

Penyelenggara Kristen Jhon Manik, dalam pengantarnya mengatakan Kegiatan Pembinaan Guru Pendidikan Agama Kristen di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir ini dilaksanakan atas dasar amanat Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tentang Sistem Pendidikan Nasional, dimana setiap pendidik berhak untuk memperoleh pembinaan Karier sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kopetensi pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas baik secara tehnikal maupun intelektual ungkapnya di dalam acara seremoni yang dilaksanakan di gedung GPI Balam Km 30 Balam Sempurna Kec. Balai Jaya.

Sementara diwaktu yang sama, Kepala Kantor Kemenag Rohil dalam arahannya menitipkan 4 pesan kepada guru PAK. Empat Pesan tersebut diantaranya, pertama-pertama yang harus dilakukan guru agama harus tanamkan niat bahwa betul-betul untuk mendidik bukan hanya sekedar mengajar, karena kalau hanya sekedar mengajar hanya memberikan pengajaran sudah itu selesai, namun jika mendidik sudah mencakup secara seutuhnya.

Dengan niat mendidik bersunguh-sungguh dapat menciptakan generasi yang paham terhadap agama dan mengamalkan. Dengan niat yang tulus dilakukan dapat menghasilkan anak didik yang kedepannya dapat berguna bagi bangsa dan negara ujarnya.

"Kedua, guru agama harus kuasai ilmu pelajaran yang diberikan kepada anak-anak begitu juga metodenya, artinya sebelum memberikan atau mentransferkan ilmunya kepada anak-anak, tenaga pendidik harus terlebih dahulu mendalami dan mengamalkan ilmu yang diberikan".

"Ketiga, guru agama harus menjadi contoh bagi guru-guru agama lainnya yang ada ditempat tugas masing-masing. Guru agama itu harus lebih baik etiknya, moralnya dan sopan santunya dari pada guru yang lainnya, karena guru agama merupakan panutan dan cermin dari pengamalan terhadap ilmu agama yang diajarakan".

Terakhir, orang nomor satu di Kemenag Rohil tersebut juga berpesan dengan melihat fenomena dan realita yang terjadi dibeberapa media massa adanya guru memukul dan menjadi korban pemukulan orang tua terkait dengan mendidik di sekolah, Ia berpesan agar guru agama harus mempunyai sifat kesabaran yang tinggi, guru agama harus penyabar katanya.

"Jika ada masalah dengan menghadapi murid yang bermasalah agar mencarikan solusinya dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan pengambil kebijakan disekolah masing-masing tuturnya.
"Semoga kegiatan ini dapat diikuti dengan sebaik-baiknya hingga tuntas oleh para peserta, karena kegiatan ini sangat bagus dan sangat bermanfaat bagi tenaga pendidik dan kependidikan untuk meningkatkan kualitasnya di tempat tugas masing-masing ucap H. Agustiar yang dilanjutkan membuka kegiatan secara resmi. (Nsh)