0 menit baca 0 %

Tingkatkan Kapasitias, Perencana Kemenag se Riau Studi Banding ke Malang

Ringkasan: Malang (Inmas)- Dalam rangka peningkatan kapasitas perencanaan dan pengelolaan keuangan, perencanaan di Lingkungan Kanwil Kemena Riau melakukan studi banding ke Kemenag Kota Malang, Kamis (17/11). Kedatangan 58 orang rombongan study banding tersebut disambut Kasubbag TU Kemenag Malang dan jajarannya...

Malang (Inmas)- Dalam rangka peningkatan kapasitas perencanaan dan pengelolaan keuangan, perencanaan di Lingkungan Kanwil Kemena Riau melakukan studi banding ke Kemenag Kota Malang, Kamis (17/11). Kedatangan 58 orang rombongan study banding tersebut disambut Kasubbag TU Kemenag Malang dan jajarannya.

Turut serta dalam kegiatan tersebut Kakanwil Kemenag Riau, Kabag TU, Kasubag Perencanaan, Kasubag Hukum dan KUB, Kabid Kemenag Riau, Kakan Kemenag Kabupaten/ Kota, DWP Kanwil Kemenag dan Kabupaten/ Kota, KPA Satker se Riau, fungsional perencana dan calon fungsional perencana se Riau.

Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Ahmad Supardi MA, dalam sambutannya menganalogikan perencana itu bagaikan jantung dalam sebatang tubuh. Awal mula baiknya sebuah organisasi mencapai tujuan dimulai dari seberapa baik perencanaan itu didesain. Artinya semakin baik perencanaan semakin baik pula aliran dan tercapainya tujuan.

“Perencanaan bukan kantor pos. Setiap perencanaan harus diproses kemudian menghasilkan out yang beragam sesuai kebutuhan. Di Kota Malang perencanaannya luar biasa. Pejabatnya ada yang mau berpangkat IV/d. Sehingga Malang bisa menjadi rujukan.

Sementara itu,  Kakan Kemenag Malang yang diwakili oleh Kasubbag TU Dr H Muhajir, mengungkapkan rasa terimakasih dan apresiasi yang sangat tinggi pada rombongan perencanaan Kementerian Agama Provinsi Riau yang telah memilih Kemenag Kota Malang sebagai referensi dalam sebuah perencanaan.

Usai kegiatan penyambutan, kegiatan berlanjut dengan share informasi oleh tim pokjana Kanwil Kemenag Jawa Timur yang di ketuai oleh Dr Agus satu satunya fungsional perencana yg sudah pangkat golongan IV/d di jajaran kemenag RI.

Berbagai informasi penting disampaikan terutama hal-hal yang berhubungan dengan peningkatan kapasitas pokja perencana. Sebagai perbandingan jawa timur sudah memiliki 70 orang fungsional perencana dibanding riau yang masih berjumlah 7 orang. Dukungan dari dana DIPA relatif juga terbatas setiap tahun, yang membuat mereka jadi contoh adalah semnagt untuk mengembangkan diri dengan iuran wajib dari per peserta 30 ribu per bulan.

Teknis dan pembagian kerja atau job describtion betul-betul diatur dalam kelompok kerja. Masing- masing peserta dari Kemanag Riau sangat antusias mengikuti acara ini.

“Kita akan kerahkan perhatian dan konsentrasi yang optimal untuk meningkatkan peran perencana. Apalagi di Kemenag Provinsi Riau sudah terbentuk forum group diskusi sebagai cikal bakal pembentukan pokjana Prov Riau,” ungkap Kepala Kanwil Kemanag Riau melalui Kasubbag Perencanaan dan Keuangan Kanwil Kemanag Riau, H Anasri S Ag M Pd yang diaminkan oleh ketua FGD fungsional perencana Provinsi Riau H. Novri Yendra S Kom.

Kegiatan selnjutnya diakhiri dengan observasi lapangan ke unit  perencana yang memiliki ruang khusus. (mus)