Riau (Inmas)- Untuk
terus meningkatkan penghimpunan zakat di Provinsi Riau, Badan Amil Zakat
Nasional (Baznas) Provinsi Riau terus melakukan terobosan, inovasi dan meng
upgrade Sumber Daya Manusia (SDM) yang bergerak di bidang zakat.
Ketua Baznas Provinsi Riau, H. Yurnal Edward, SE. M.Si,
Ak.CA, Rabu (6/2/2019)
menyebutkan, secara nasional kondisi perzakatan tahun 2018 mengalami
peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini digambarkan dengan
kenaikan nilai lndeks Zakat Nasional (IZN) dari 0,48 di tahun 2017 menjadi 0,51
di tahun 2018 per November 2018. Nilai ini termasuk dalam rentang kinerja cukup
baik.
Untuk itu, mengawali
Tahun 2019 ini, Baznas Provinsi Riau mengadakan pelatihan bagi para
amil amilat Baznas Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau dengan tujuan untuk
mengupgrade pengetahuan SDM yang
ada khususnya para
amil Baznas yang membidangi bagian pendistribusian dan pendayagunaan ZIS serta para amil
Baznas secara keseluruhan.
Pelatihan dengan
judul Implementasi
Indeks Zakat Nasional (IZN) sebagai Alat Ukur Keberhasilan Dalam Pengelolaan
Zakat Baznas se-Provinsi Riau berlangsung pada 23 – 25 Januari 2019 lalu di
Hotel Whiz Pekanbaru dengan menghadirkan narasumber dari Lembaga Pusat Kajian
Strategis (Puskas) Baznas Pusat, Kepala Biro Hukum, Kelembagaan, dan Organisasi
Baznas Pusat dan lainnya.
Sementara itu, untuk
peserta merupakan perwakilan masing-masing Baznas Kabupaten/Kota
Se-Provinsi Riau serta dari beberapa UPZ Pondok Pesantren yang ada di Provinsi
Riau.
“Alhamdulillah acara
berlangsung dengan baik dan diikuti dengan serius oleh peserta. Dan kita sangat
berharap, para
peserta dapat menerapkan implementasi baik itu Indeks Zakat Nasional (IZN)
maupun Indeks Desa Zakat (IDZ) dalam menegelola Zakat, Infaq, Shadaqah yang ada
di daerahnya masing-
masing,” harapnya.
Menurutnya, IDZ sangat penting diterapkan di setiap masing-masing Baznas Kabupaten/Kota agar dalam
hal menyalurkan zakat khususnya Zakat Community Development (ZCD) atau Zakat
Produktif itu dilakukan dengan baik, tepat sasaran, dan sesuai dengan apa yang
dibutuhkan di suatu desa.
“Dari
perhitungan hasil IDZ ini mulai dari proses survei, wawancara serta
menginputkan hasilnya ke dalam dashboard IDZ maka disuatu desa tersebut akan
didapat nilai indeks dari segi mana bantuan yang paling dibutuhkan. Apakah itu
dari segi ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah, atau sosial kemanusiaan,” jelasnya. (mus)