0 menit baca 0 %

Tim Verifikator Kankemenag Siak Tetap Semangat Menjalankan Tugas Walau Di Medan Yang Berat

Ringkasan: Siak (Inmas) Kamis, (22/02/18), dengan semangat ingin mensyi arkan Islam sampai ke pelosok daerah melalui pendidikan, Tim Verifikator Kankemenag Siak yang langsung diketuai oleh Kepala Seksi pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Resman Junaidi, S.HI bersama staf Pendis, Ihsan tau...

Siak (Inmas) – Kamis, (22/02/18), dengan semangat ingin mensyi’arkan Islam sampai ke pelosok daerah melalui pendidikan, Tim Verifikator Kankemenag Siak yang langsung diketuai oleh Kepala Seksi pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Resman Junaidi, S.HI bersama staf Pendis, Ihsan taufiqi, S.Sy harus berjibaku dengan akses jalan yang masih belum layak dan berat untuk dilalui guna melaksanakan tugas untuk memverifikasi izin operasional yang diajukan Ponpes Raudhatul Jamilah yang beralamatkan, Jl. Lubuk Meriam, RT 01/RW 04, Kampung Kuala Gasib, Kecamatan Koto Gasib.

Sesampainya di lokasi Ponpes Raudhatul Jamilah, Tim Verifikator disambut oleh Ketua Yayasan Jamilah, H. Malkayuni Nantan. Ponpes yang sangat asri dengan rerimbunan pohon dan udara yang segar ini ternyata berada ditepian sungai Siak, hal ini tentu menambah kesan tentang keasrian Ponpes yang dipimpin oleh Kyai Firdaus Herliansyah tersebut.

Tim Verifikator dibawa mengelilingi Ponpes, melihat Masjid, Kelas dan Asrama yang berbentuk bangunan panggung khas melayu. Kepada Tim Verifikator, H. Malkayuni menjelaskan, “jumlah santri saat ini ada 18 orang, dengan rincian 10 orang santri mukim dan 8 orang santri tidak mukim. Adapun jumlah pengajar saat ini berjumlah 2 orang. Saat ini, Pondok Pesantren Raudhatul Jamilah masih fokus kepada program tahfizh al-Qur’an”, terangnya.

Sementara itu, Resman Junaidi, S.HI memuji semangat pengurus yang dengan penuh kesabaran dan keikhlasan membina dan mencerdaskan anak-anak bangsa ditempat terpencil seperti di lubuk Meriam, Kuala gasib ini. “Semoga Allah mudahkan segala urusan kita. Insya’Allah kelak dari tempat terpencil ini diharapkan lahir alumni-alumni yang bermanfaat untuk Islam dan bangsa ini”, harapnya.

Bahwa pesantren di Indonesia memiliki peran yang sangat besar terhadap perkembangan Islam maupun bagi bangsa Indonesia. Semakin disadari, tantangan dunia pesantren semakin besar dan berat dimasa kini dan mendatang. Pesantren harus mampu mengurai secara cerdas problem kekinian dengan pendekatan-pendekatan kontemporer sesuai dengan ajaran Islam. (Hd)