0 menit baca 0 %

Tim Penguji Asal Libya Uji Kemampuan Peserta Program Camp Bahasa Arab MAN 1 Kuantan Singingi

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) MAN 1 Kuantan Singingi kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pembelajaran bahasa asing. Kali ini, madrasah tersebut kedatangan tim penguji ujian tengah program Camp Bahasa Arab yang berasal dari Libya. Kehadiran tim penguji internasional ini menjadi momentum berh...


Kuansing (Kemenag) – MAN 1 Kuantan Singingi kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pembelajaran bahasa asing. Kali ini, madrasah tersebut kedatangan tim penguji ujian tengah program Camp Bahasa Arab yang berasal dari Libya. Kehadiran tim penguji internasional ini menjadi momentum berharga bagi para peserta untuk mengukur kemampuan berbahasa Arab secara langsung dengan penutur asli. Tim penguji tersebut adalah Syekh Abdussalam dan ustadzah Rabi’ah, penyambutan tim penguji ini diadakan pada hari Jum’at (17/10) di lapangan madrasah.

Ujian tengah program camp ini merupakan bagian dari kegiatan intensif penguasaan Bahasa Arab yang ditaja oleh Program Pengembangan Bahasa MAN 1 Kuantan Singingi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta camp yang telah menjalani berbagai pelatihan dan praktik komunikasi Bahasa Arab selama 3 (tiga) bulan.

Tim penguji asal Libya menilai berbagai aspek kemampuan bahasa peserta, mulai dari mah?rah kal?m (keterampilan berbicara), mah?rah istim?‘ (menyimak), hingga penguasaan kosakata dan struktur kebahasaan. Dengan metode pengujian interaktif, peserta diuji dalam bentuk percakapan langsung, tanya jawab, dan presentasi singkat.

Plh Kepala MAN 1 Kuantan Singingi menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kesempatan berharga ini. “Kehadiran tim penguji dari Libya memberikan pengalaman internasional yang sangat berharga bagi siswa. Mereka tidak hanya diuji kemampuan bahasa, tetapi juga berinteraksi langsung dengan penutur asli yang tentunya meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi belajar,” ujar Lidia Mubarrak.

Sementara itu, salah satu anggota tim penguji dari Libya mengungkapkan apresiasi terhadap semangat dan kemampuan peserta. “Kami melihat potensi yang sangat baik dari para siswa MAN 1 Kuantan Singingi. Mereka memiliki antusiasme tinggi dalam berbahasa Arab, dan ini menunjukkan bahwa program camp ini sangat efektif,” ujarnya Syekh Abdussalam dalam Bahasa Arab yang diterjemahkan oleh salah seorang guru Bahasa Arab , Seprion.

Kegiatan ujian ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga mempererat hubungan internasional antara MAN 1 Kuantan Singingi dan para pengajar dari negara-negara Arab. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan membawa manfaat besar dalam peningkatan kualitas pembelajaran bahasa asing di madrasah. (LZ)