Bengkalis
(Inmas)- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis telah menugaskan
staf seksi Pendidikan Madrasah untuk melakukan monitoring terkait pelaksanaan Ujian
Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK) untuk tingkat
Madrasah Aliyah (MA) yang dilaksanakan selama 3 hari, dari Rabu sampai dengan
Jum’at (13-15/03/2019).
Tim
monitoring UAMBN-BK ini terbagi beberapa kelompok, tim pertama yakni Junita dan
Erniwati, ditugaskan untuk melakukan monitoring di MA Al Huda Kelebuk, MA Ar
Rosyidiyah Sungai Alam dan MA YPPI Â Kecamatan
Bengkalis. Selanjutnya tim yang kedua, yakni Maulidis, Sunardi dan H. Taufik
Akmal ditugaskan untuk meninjau pelaksanaan UAMBN-BK di MA Miftahul Ulum Bantan
Air, MA Miftahul Jannah Selatbaru, MA Nurul Hidayah Pasiran, MA Darul Ulum
Bantan Tua dan MA Al Hidayah Pambang Baru yang berada di Kecamatan Bantan,
serta satu MA di Kecamatan Bengkalis MA Darussalam Pematang Duku. Sedangkan tim
yang ketiga, yakni Nurmaliza dan Haryani, mendapat tugas untuk mengunjungi MAN
2 Bengkalis di Kecamatan Bukit Batu, MA Auladan Solihan dan MA Raudlatut
Thullab Sepotong yang berada di Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis.
Sementara
itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Bengkalis Drs H Khaidir mengatakan
tujuan monitoring tersebut untuk memantau ke madrasah secara langsung pelaksanaan
UAMBN Berbasis Komputer untuk tingkat Madrasah Aliyah Tahun Pelajaran
2018/2019, mulai dari sarana dan prasarana ujian, pengawas dan proktor serta
perangkat-perangkat lain yang menunjang untuk kelancaran pelaksanaan ujian tersebut.
Dari
hasil pemantauan beberapa Madrasah Aliyah di 14 madrasah penyelenggara UAMBN-BK
di lingkungan Kemenag Bengkalis sampai hari ini, Jum’at (15/03), terpantau
lancar dan terkendali. Meskipun di hari kedua pelaksanaan UAMBN-BK pada Kamis
(14/03) ada pemadaman listrik di beberapa wilayah, dan hal tersebut tentunya
berimbas terhadap pelaksanaan ujian, akan tetapi oleh panitia pelaksana dengan
cepat bisa teratasi sehingga pelaksanaan ujian kembali lancar dan tertib.
Kepala
MA Miftahul Jannah Selatbaru Muhammad Suprapto mengatakan bahwa panitia telah
melakukan antisipasi dengan menyiapkan mesin ginset, jika pada saat pelaksanaan
ujian ada pemadaman listrik. Panitia pelaksana juga telah mempersiapkan teknisi
untuk mengantisipasi masalah di komputer atau pun di server.
Sememtara itu, Kepala MA
Darussalam Pematang Duku Romodim sangat mendukung sistem UAMBN-BK ini, apabila
dibandingkan dengan sistem ujian yang berbasis Kertas dan Pensil (KP). Karena
dengan sistem BK ini, tentunya bisa menghemat anggaran baik di madrasah maupun
di Kemenag sendiri. Selain itu juga bisa menghemat waktu dan tenaga, karena
panitia tidak perlu lagi susah payah untuk mengumpulkan, memilah dan merapikan lembar
jawaban atau LJK serta mengantarkan ke Induk KKM ataupun ke Kantor Kementerian
Agama, sebab data sudah bisa dikirim secara online. (tfk)