Sungai Batang (Inmas) - Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Seksi PD. Pontren Kantor Kemenag Inhil mengunjungi Pondok Pesantren Al-huda Al-Ilahiyah yang berada di Desa Mugomulyo Kecamatan Sungai Batang, kemarin (08/10/2019).
Tim Monev dipimpin oleh Kasi PD. Pontren, H. Arifin, S. Ag, MA didampingi seorang staf, Bakhtiar, S. Ag, MA sampai dilokasi sekitar pukul 11:30 Wib.
Kedatangannya di Ponpes disambut oleh Kades Mugomulyo, Drs. Romdan, Ketua Yayasan sekaligus Kyai Ponpes, Drs. Masyhuri KH, M. PdI dan beberapa orang pengurus serta Majelis Guru.
Dalam monitoring dan evaluasi tersebut, Kasi PD Pontren, H. Arifin melakukan ramah tamah duduk bersama dengan Majelis Guru MDTA Al-Huda Al Ilahiyah.
Beliau menyatakan bahwa ini merupakan kunjunganya yang ke dua kalinya, yg pertama tahun 2006 ketika beliau sebagai penghulu di Kecamatan Reteh, jadi 13 tahun baru berkunjung kembali.
Lanjutkan, H. Arifin menyampaikan bahwa MDTA merupakan wadah bagi murid-murid SD untuk menambah ilmu agama, dimana pelajaran agama di SD masih dianggap kurang dan perlu penambahan dan MDTA merupakan pemenuhan hal tersebut. Ujarnya
Sedangkan untuk Pondok Pesantren, H. Arifin menyarankan kalau bisa diusahakan membangun Ma'had Aly. apalagi lulusan Ponpesnya sudah cukup banyak. Tuturnya
Sementara itu, Kades Mugomulyo, Drs. Romdan yang juga pengurus Yayasan menyampaikan bahwa anak tempatan yang belajar di Ponpes tersebut tidak banyak, hanya sekitar 15 orang hal ini dikarenakan rata-rata keluarga melakukan KB sehingga anak usia sekolah di Desa ini sangat sedikit, sedangkan santri yang lain sekitar 300 orang merupakan anak dari Desa lain diluar Kec. Sungai Batang bahkan ada yang dari luar Provinsi Riau.
Kades juga menyampaikan bahwa Desa mendukung penuh Ponpes tersebut. untuk saat ini Ponpes berusaha memenuhi sarana prasarana terutama Asrama Putri yang saat ini berjarak cukup jauh dengan Ponpes dan mau dipindahkan ke dalam lingkungan yang lebih dekat dengan ruang belajar. sehingga mudah diawasi dan mudah pulang pergi ke Ponpes.
Untuk saat ini Ponpes ini memiliki lahan sekitar 10 hektar, oleh Ketua Yayasan memaparkan bahwa Pesantren berkeinginan membuat perternakan sebagai salah satu usaha Ponpes. Tutupnya ***(Utar)