Riau (Inmas)-Setelah melakukan Revieu laporan Keuangan selama sepuluh hari di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI kembali melakukan ekspos terhadap pendampingan penyusunan Laporan Keuangan semester Pertama bertempat di aula mini Kanwil, Jumat 20 Juli 2018.
Acara yang dihadiri Kepala Bidang,
Pembimas, Kasubbag, Bendahara Pengeluaran, Bendahara Pengeluaran Pembantu,
Operator SAIBA Wilayah dan Satker, Operator SIMAK BMN Wilayah dan Satker serta
Operator Persediaan dibuka oleh Kepala Sub. Bagian Perencanaan dan Keuangan, Drs.
H.Muliardi,M.Pd
Mufawiddah selaku ketua Tim menyampaikan Pelaporan dan
Pelaksanaan Laporan Keuangan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau
cukup bagus yang mana setiap pengelolah Keuangan
di setiap satker sudah memahami aturan dalam memproses setiap
anggaran yang ada di Satker Masing- masing
“hanya ada beberapa catatan kecil yang juga harus dibenahi
disemester awal ini diantaranya Rumah dinas yang belum disertai pungutan sewanya,
pencatatatan asset yang perlu dirapikan,serta Percepatan realisasi yang harus
digenjot mengingat hanya satu satker yang masih bisa memperoleh realisasi hamper
50 Persen yakni PHU dan masih ada satker
yang belum sampai 20 persen perolehan realisasinya yaitu Bimas Hindu” tambahnya.
Beliau berharap agar KPA mengingatakn setiap satker dan melakukan
koordinasi agar cepat dalam memproses baik itu bantuan, tunggakan,dana Bos agar
realisasi cepat naik dan Jika tidak bisa
diproses direlokasi saja, agar capaian realisasi tinggi dan tidak ditemukan lagi Perhitungan Pagu Minus untuk tahun ini di Kanwil Kemenag Riau.
Sementara itu kakanwil Kemenag Riau menyampaikan untuk tahun ini
pagu Minus sudah tidak ada lagi, mohon kerja sama setiap satker untuk
menghitung dengan benar apa yang dibutuhkan, agar tidak terjadi lagi kekurangan
seperti tahun yang lalu.
Pertemuan yang berlangsung selam kurang lebih 90 menit diakhiri
dengan Penyerahan hasil rivieu dari Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Agama
RI, Mulyadi kepada kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs
Ahmad Supardi, MA ( belen/ Faj)