Pekanbaru (Humas)- Hasil ekpos reviu Laporan Keuangan (LK) pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau telah disampaikan oleh ketua tim Usup Rahman Hakim di hadapan Kakanwil dan para pejabat eselon III dan IV dilingkungan Kanwil Kemenag Riau, bertempat di aula Kanwil, Senin (2/2/15).
Hadir dalam pertemuan tersebut, Kakanwil Kemenag Riau, Kabag TU, para Kabid, Kasi, dan para staf pengelola keuangan yang terkait. Dalam pertemuan tersbut terdapat beberapa catatan dan perbaikan yang harus segera di penuhi dan diselesaikan secepat mungkin agar LK tersebut dapat dikategorikan berkualitas.
Ketua tim ekpos Usup Rahman Hakim menjelaskan beberapa catatan dan perbaikan diantaranya yaitu, pertama, terdapat pagu minus pada akun belanja pegawai DIPA 01 (Sekjen) senilai 1.015.924.447 belum diungkapkan di CalK. Untuk itu pengelola LK agar mengungkap penyebab terjadinya pagu minus tersbut ke dalam CalK.
Kedua, Estiminasi penerimaan PNBP tahun 2014 belum di input pada aplikasi SAKPA 03 Bimas Islam dimana terdapat penambahan 10 persen dari tahun sebelumnya, untuk itu tim mengingatkan agar segera menginput estiminasi penerimaan PNBP pada bimas islam tersbut.
Ketiga, belum selesainya dilakukan rekonsialisasi tingkat wilayah antara SAKPA-W dengan DJKN pada DIPA 01,02,03, 05 dan 07. Keempat, belum selesainya dilakukan rekonsiliasi internal pada 22 satker DIPA 04 sehingga menghambat rekonsiliasi dengan DJPB. Kelima, nilai persedian dalam neraca belum update, kecuali pada DIPA 06, 08 dan 09.
Selanjutnya Usup Rahman juga menjelaskan beberapa permasalahan terkait dengan penataan dan pengelolaan dan pemanfaatan aset Barang Milik Negara (BMN) pada Kanwil Kemenag Riau. Salah satunya ia menyebutkan, aset tetap berupa tanah dan gedung bangunan asrama haji senilai Rp 10 milyar lebih, tidak dimanfaatkan dengan baik, dan tim mengusulkan asrama tersebut bisa dimanfaatkan selain kegiatan haji sehingga gedung tersebut dapat berfungsi secara terus menerus. Selain itu, aset tetap berupa 4 unit kendaraan roda dua yang rusak berat belum di usulkan penghapusannya.
Beberapa catatan dan perbaikan ini diharapkan agar Kabag Tata usaha dan para kepala bidang bersama para stafnya dapat bersama-sama menyelesaikan dan memperbaiki laporan keuangan yang masih terdapat beberapa kekurangan dan catatan sehingga nantinya LK dapat diterima dan tidak menjadi masalah lagi pada audit BPK.
Hal sama juga disampaikan Kakanwil Kemenag Riau Tarmizi Tohor dengan memerintahkan para pejabat dan staf pengelola agar sesegera mungkin menyelesaikan, memperbaiki dan memenuhi apa yang diminta oleh tim agar laporan keuangan pada Kanwil Kemenag Riau dapat di proses dan diterima dengan hasil yang berkualitas. (js)