Pekanbaru (Inmas) Untuk mempersiapkan mental Pemuda- pemudiI dalam menghadapi perkembangan Zaman saat ini, Bimbingan Masyarakat Buddha adakan Pembinaan Mental Pemuda- Pemudi Buddhis, Kamis 17 Mei 2018 di Hotel Ameera – Pekanbaru.
Banyak sekali masalah yang hadapi dalam pembentukan mental Pemuda- pemudi ditengah Masyarakat. “ Terorisme, Fanatisme dan Juga Narkoba merupakan tantangan yang paling membahayakan dalam memupuk mental Generasi Pemuda ungkap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Drs. Ahmad Supardi,MA mengawali sambutannya didampingi Pembimbing Masyarakat Buddha, Tarjoko S.Pd, MM serta Staf Bimas Buddha, Widodo.
Pembentukan Mental dari segi fisik akan bisa diatasi secara langsung, akan tetapi Pembentukan secara Non Fisik (Mental) membutuhkan waktu yang lama dan berkesinambungan untuk membentuknya karena belum ada ukuran yang pasti dan tepat untuk membenahinya.
Hanya agama lah ukuran yang pasti yang mampu untuk membentuk mental seseorang bisa berfungsi dengan baik.“Ada tiga Pokok ajaran Buddhis yang mampu membentuk mental Pemuda- Pemudi Buddhis “
Pertama Janganlah Berbuat Jahat, yang berarti semaksimal mungkin harus mampu menghindari perbuatan Jahat.Kedua Perbanyaklah Perbuatan Baik, segala perbuatan baik harus menjadi dasar kita dalam melaksanakan segala aktivitas, Ketiga Sucikan Hati dan Pikiran, meditasi merupakan suatu wadah yang selalu dilakukan untuk penyucian diri papar Ahmad Supardi seraya membuka Acara Pembinaan Mental Pemuda- Pemudi Buddhis.
Pemuda- pemudi Buddhis merupakan bagian warga Negara Indonesia yang mempunyai tugas dan tanggungjawab untuk menjaga keutuhan NKRI sehingga mampu menciptakan Indonesia menjadi Negara kuat dan Kokoh papar Wati Mengawali Laporannya Selaku Ketua Panitia.
Meningkatkan Keyakinan dan Kualitas Pemuda- pemudi Buddhis sehinga mampu meningkatkan Peranann Pemuda – Pemudi Buddhis ditengah Masyarakat dalam pembangunan bangsa merupakan Tujuan dilaksanakannya Kegiatan Pembinaan Mental Pemuda- Pemudi Buddhis imbuhnya lebih lanjut.
Acara yang dilaksanakan selama satu hari dihadiri 40 Orang pemuda-pemudi Buddhis yang berasal dari Kota Pekanbaru dengan mengundang Narasumber dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Dandrem Pekanbaru serta Tokoh Agama Buddha yang dibebankan pada Dipa Bimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau (belen)