0 menit baca 0 %

Tiba di Madinah, Kloter BTH 18 Sudah Sholat di Masjid Nabawi

Ringkasan: Riau (Inmas) Jemaah haji asal Indonesia gelombang kedua mulai tiba di Madinah. Tak terkecuali Embarkasi Haji Antara Riau sudah mulai berdatangan  ke Madinah, Arab Saudi. Jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTH 18 menjadi kloter pertama yang akan bertolak ke Madinatul Munawwarah p...

Riau (Inmas) – Jemaah haji asal Indonesia gelombang kedua mulai tiba di Madinah. Tak terkecuali Embarkasi Haji Antara Riau sudah mulai berdatangan  ke Madinah, Arab Saudi. 

Jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTH 18 menjadi kloter pertama yang akan bertolak ke Madinatul Munawwarah pada Minggu (25/8) pada gelombang kedua EHA Riau.

TPIHI Marthielevi menyampaikan pemberangkatan kloter pertama jemaah haji asal Rohul ke Madinah tanggal 25 Agustus 2019 menuju Madinah Al-munawwaroh,  untuk mengerjakan arbain berjalan lancar.

“ Semoga ibadah haji jemaah Rohul dapat lancar sukses dalam perjalanan haji tahun ini. Aamiin”. Harapnya.

Ia mengatakan jemaah sampai di Madinah, pukul 16:00 WAS.  Berangkat dari Mekkah pukul 10:00 Was, menggunakan Rawahil transport 10 bus. Terhitung jumlah jemaah ada 443 orang ditambah jumlah petugas 5 orang. 

“Berangkat dari Makkah 25 Agustus 2019 dengan 448 jamaah ditambah 5 orang petugas. Adapun yang memakai kursi roda tercatat hanya  1 orang” jelasnya.

Sebelumnya Kloter BTH-18 swmpat menerima  visitasi dan edukasi bimbingan ibadah (visduk bimbad) dari tim sektor satu mekkah pada Rabu, (21/08/2019) p ukul 08.00 Was. Bertempat di aula hotel 112 Syisah.

Hadir dalam tim visduk, H. Afrisal. Sebagai tim ibadah sektor, bapak Dr.H.Habib Salim Al-Jufri sebagai konsultan ibadah, AKP. H. Edison dari perlindungan jamaah (linjam). 

Pada visduk tersebut, jemaah asal Rokan Hulu diingatkan oleh AKP. H. Edison untuk disiplin dalam perjalanan, khususnya menuju Madinah untuk arbain. 

Ia mengingatkan Jemaah untuk tidak membawa air banyak di dalam  tas. “Jemaah tidak diperbolehkan olehnya membawa air yang banyak dalam tas, karena membahayakan penerbangan” katanya.

Disamping itu juga tidak diperbolehkan membawa gas yang mudah terbakar. Jemaah pun diharapkan disiplin dalam tawaf wadak nantinya, supaya tidak ketinggalan dengan rombongan kloter. 

“Bantu yang menggunakan kursi roda atau jemaah sakit, jangan melepas tas tentengan di badan”. Pesannya.

Saat H. Aprizal menyampaikan jadwal Bth 18 baik untuk di Madinah dan selama di mekkah, beliau mengimbau jemaah untuk banyak mengerjakan amal sholeh. Menurutnya, amal yang bisa ditinggalkan di mekkah dan Madinah adalah wakaf al Qur'an yg dapat bermanfaat untuk di baca setiap jemaah yang berkunjung ke masjid. 

“Sedekah lebih baik selama di Mekkah dan Madinah, khususnya untuk penyapu kebersihan dan pelayanan air minum zam zam di Masjidil haram” Sarannya.

Di sisi lain,  Dr. H. Habib Salim Al-Jufri, konsultan ibadah sektor satu Mekkah, menyampaikan tanda tanda haji mabrur untuk diingat jemaah.

Diantaranya, suka memberi makan sesama, atau dermawan, penyebar keselamatan yaitu suka memberi salam kedamaian di kampung  ketika pulang di tanah air, berkata kata yang baik atau banyak berdzikir atau berdoa untuk diri, Keluarga dan orang orang yang menitip doa kepada kita,  karena doa para haji mudah dikabulkan Allah.

Marthillevi saleh, TPIHI BTH 18 mengharapkan jemaah dapat mempedomani  visitasi dan edukasi yang diberikan tim bimbingan ibadah sektor 1 Mekkah, khususnya jemaah Rokan Hulu.

“Kondisi jemaah alhamdulillah dalam keadaan sehat. Setelah subuh pagi ini,  jemaah sarapan menikmati makanan Indonesia di sekitar Masjid Nabawi terutama nasi goreng dan bakso malang”. Ucapnya.

Saat ini jemaah Rohul kembali ke masjid Nabawi ziarah ke makam nabi Muhammad SAW dan menunggu masuk taman raudhah di masjid Nabawi. (Vera)