0 menit baca 0 %

Test CAT Rekrutmen Petugas Haji Tahap I Usai, Begini Kata Kabid PHU

Ringkasan: Riau (Humas)- Dalam rangka mempersiapkan  perekrutan petugas Haji PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) Kloter dan Arab Saudi, Kantor Wilayah Kementerian Agama Riau  melalui Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah telah sukses menyelenggarakan test Petugas haji dengan sistem CAT, Senin (03/02) la...

Riau (Humas)- Dalam rangka mempersiapkan  perekrutan petugas Haji PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) Kloter dan Arab Saudi, Kantor Wilayah Kementerian Agama Riau  melalui Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah telah sukses menyelenggarakan test Petugas haji dengan sistem CAT, Senin (03/02) lalu.

Menanggapi hal itu Kabid PHU H Darwison MA menyebut nomenklatur 2019 dan 2020 ada perbedaan dari tahun sebelumnya. Hal itu diutarakannya saat ditemui Humas di ruang kerjanya, Rabu (06/02) petang.

Mantan Kakankemenag Kabupaten Meranti ini mengatakan pada tahun ini, seleksi menggunakan sistem baru dalam seleksi calon petugas haji atau Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1441H / 2020M. Kementerian Agama melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah menggunakan Computer Assisted Test (CAT) atau berbasis komputer dalam proses seleksi petugas haji di tingkat Kabupaten/Kota.

“Kalau 2019 sudah ada sistem CAT tapi masih ditingkat provinsi, sementara tahun ini mulai dari Kabupaten/kota melaksanakan test CAT" sebutnya.

“Aplikasi tes berbasis android, hanya bisa diakses oleh calon petugas haji yang terdaftar di aplikasi pendaftaran dan lolos verifikasi, “ jelas pejabat yang pernah menjadi Kasubbag Inmas ini. 

Pada tahun-tahun sebelumnya tes rekrutmen tersebut hanya dilakukan secara tertulis dengan kertas jawaban, katanya.

 “Mindset yang selama ini berkembang bahwa bisa saja terjadi kecurangan dalam proses kelulusan rekrutmen petugas haji bisa termentahkan dengan sistem CAT ini”, ujarnya.

Mengingat CAT merupakan sistem baru dalam pelaksanaan rekrutmen petugas haji di tingkat kabupaten kota, untuk itu diperlukan sosialisasi optimal kepada para admin atau user sebagai bentuk antisipatif akan kemungkinan kesulitan peserta terhadap tes,” tuturnya. 

Ia mengaku tim dari Bidang PHU yang menangani hal ini sudah optimal melakukannya melalui simulasi tentang sistem CAT untuk Siskohat Kabupaten/kota. Bahkan satu hari jelang pelaksanaan ujian juga dilaksanakan simulasi terhadap peserta, bahkan pengawas dan panitia provinsi sudah mendatangi langsung daerah yang dituju.

Dalam kunjungan itu pihaknya mengaku sudah memaparkan sejumlah persyaratan kepada peserta yang akan mengikuti ujian. Sedikitnya ada dua yang ditekankan. 

Pertama, tidak membenarkan adanya aplikasi selain CAT di android peserta saat ujian berlangsung. Kedua, Jika terjadi error atau tidak login karena disebabkan kelalaian dari peserta bukan tanggung jawab panitia lagi.

Pihaknya tidak menampik ada sedikit kendala saat pelaksanaan test CAT di Kabupaten/kota. Pertama, begitu ujian selesai, setelah ditutup dan peserta ingin mengetahui hasil, loadingnya sangat lama.

 “Mungkin karena padat nya akses online ke server pusat, semua nilai yang yang diinput peserta rekrutmen seluruh Indonesia masuk secara bersamaan ke server pusat, sekitar 7 ribuan serentak melakukan input nilai”, katanya.

Bagi yang  bisa cepat menyelesaikan soal soal, jelas akan lebih mudah dalam proses input nilai ke pusat, karena tidak banyak, jelasnya. Kendati demikian, Ia menyebut alhamdulillah semua bisa teratasi dengan baik.

Kedua, untuk Kabupaten kota bisa dikatakan tidak ditemui kendala yang berarti. Hanya saja di tingkat Provinsi ada empat peserta yang tidak bisa login setelah diberikan password, bukan soal ujian yang muncul tapi gambar gambar lain. Sehingga pihaknya mengambil inisiatif untuk melaksanakan ujian manual kepada empat peserta tersebut.

Namun demikian, hal itu dianggap kelalaian dari peserta sendiri. Dikarenakan panitia sudah mewanti wanti untuk mempersiapkan diri secara maksimal.

Lebih lanjut Darwison mengatakan penerimaan pendaftaran calon petugas haji sudah dilakukan, sejak tanggal 20-29 Januari 2020 di masing-masing Kantor Kementerian Agama Kabupaten / Kota. Dan sudah diumumkan hasil seleksi administrasi pada tanggal 31 Januari 2020.

Pelaksanakan ujian dilakukan dua tahap, yakni ujian tingkat kabupaten/kota dan tingkat provinsi. Untuk seleksi tahap kedua, tingkat provinsi terdiri atas tiga tahapan, tes secara online dengan metode CAT seperti tahun lalu, dan pendalaman tugas dan wawancara.

Diakhir bincang Darwison mengapresiasi semangat para calon petugas haji sebagai petugas untuk para tamu-tamu Alllah SWT. 

Menurut beliau ini sistem yang akuntabel dan transparan  ini urgen terwujudnya tata kelola pelayanan haji yang berkualitas dan handal. (vera)