0 menit baca 0 %

Tentukan Awal Ramadhan, Kemenag Riau Amati Hilal di Pantai Prapat Tunggal

Ringkasan: Riau (Inmas) - Kementerian Agama RI melakukan Rukyatul Hilal pada Selasa (15/05) secara serentak pada 95 titik yang tersebar di 32 provinsi di seluruh Indonesia. Tak terkecuali Kanwil Kemenag Riau melalui bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari'ah, juga melakukan rukyatul hilal atau melihat an...

Riau (Inmas) - Kementerian Agama RI melakukan Rukyatul Hilal pada Selasa (15/05) secara serentak pada 95 titik yang tersebar di 32 provinsi di seluruh Indonesia. Tak terkecuali Kanwil Kemenag Riau melalui bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari'ah, juga melakukan rukyatul hilal atau melihat anak bulan dalam rangka penetapan awal ramadhan 1439 H, sore tadi sejak pukul 16.30 WIB.

Pengamatan rukyatul hilal guna melihat posisi bulan menurut Drs H Suhardi MA selaku Kasi Binsyar dan Infirmasi Syari'ah, dan ini merupakan tanggung jawab ASN Kemenag. "Pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat teropong yang disebut dengan teodolit itu, akan dilaporkan hasilnya ke pusat untuk dijadikan salah satu rujukan dan patokan pada sidang isbat di pusat malam ini", terangnya.

Ia mengungkapkan waktu terbenam matahari pada pukul 18.15 WIB dan bulan pukul 18:14 WIB. "Azimuth matahari pada posisi 288 derajat 55,33, azimuth bulan pada posisi 284 derajat 7.86 dan tinggi bulan 0 derajat 23,27", katanya. Saat itu posisi bulan relatif terhadap matahari (Elongasi), berada di posisi 4 derajat 47,63, tambahnya lagi.

Kemenag Kab Bengkalis H Djumari mengungkapkan rasa terimakasih atas dipercayakan Bengkalis sebagai tempat untuk pengamatan hilal di Riau. "Meskipun hari ini awan kurang bersahabat, tapi setidaknya upaya kita untuk melihat anak bulan tetap kita laksanakan", jelasnya.

Bersamaan dengan itu hari ini pihaknya mengaku telah melakukan pembinaan terhadap 50 orang mahasiswa STAIN Bengkalis yang sengaja dihadirkan pada pelaksanaan Rukyatul hilal ini, sehingga mereka dapat mengetahui gambaran secara umum bagaimana pelaksanaan rukyatul hilal. "Kendati belum bisa melihat secara langsung, minimal mereka sudah kenal dengan sejumlah alat dan perangkat untuk hisab rukyat ini", imbuhnya.

Sementara itu Dr Hajar Hasan dosen pada Fakultas Syari'ah UIN Suska Riau, mengemukakan kendati Riau tidak dapat melihat anak bulan, karna anak bulan memang berada dibawah ufuk, hasil tersebut akan tetap dilaporkan ke Menag RI, ucapnya. "Saya yakin dan percaya bahwa umat Islam akan menjalankan puasa pertama pada hari Kamis", ucap dosen yang juga menjabat sebagai wakil komisi fatwa di MUI Riau tersebut.

Menanggapi hal tersebut Kepala Bidang Urais dan Binsyar H Irhas menyampaikan bahwa tempat pengamatan hilal dilakukan untuk terwujudnya hasil yang maksimal bagi penetapan awal Ramadhan. "95 titik yangmditetapkan oleh Kemenag salah satunya di pantai Prapat Tunggal Kecamatan Bengkalis. "Posisi hisab kita menunjukkan berada pada posisi dibawah ufuk, akan sulit untuk dideteksi", namun bagaimanapun ini adalah upaya dan ikhtiar kita sebagai ASN Kemenag dalam mengemban tugas kehidupan ummat beragama", pungkasnya.(vera/adi)