Pekanbaru (Inmas)- Peningkatan kualitas pendidikan merupakan sebuah prioritas bagi penyelenggara pendidikan yang mana Kurikulum 2013 merupakan bagian dari interfensi guna peningkatan mutu pendidikan di indonesia. Jika seorang pendidik sangat berkompeten maka akan menghasilkan pendidikan yang sangat komopeten juga dan begitu juga sebaliknya apabila tenaga pendidik tidak berkompeten maka hasilnya juga tidak akan berkompeten.
Hal ini disampaikan Pgs Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Mahyudin MA saat membuka secara resmi Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Katolik Tk Dasar melalui Bimtek kurikulum 2013 di Hotel Resty menara Pekanbaru (11/4). Mahyudin mengatakan, menjadi seorang guru profesional yang melaksanakan tugasnya sebagai pendidik yang baik tidaklah mudah, karena sasaran dari apa yang dilakukan oleh seorang guru adalah bukan saja sekedar seseorang itu mengetahui akan tetapi juga harus memahami apa yang ia ketahui dan selanjutnya secara sadar ia mampu berbuat dan dapat bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan itu baik terhadap dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
“Yang jelas pemerintah sekarang ini berusaha semaksimal mungkin supaya guru-guru itu bisa profesional dan sejahtera juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Mahyudin mengahiri arahannya.
Acara yang ditaja selama 5 hari ini diikuti 40 orang peserta guru-guru tingkat dasar dari Kabupaten /Kota se Provinsi Riau dan panitia mengahdirkan 6 narasumber yang kesemuanya berkompeten di bidang peningkatan mutu dan kompetensi serta kurikulum 2013. Sementara itu Ketua Panitia kegiatan, Yuliana Ginting, S. Ag., mengatakan jika usaha peningkatan kompetensi guru Agama Katolik dilakukan secara holistik atau komprehensif dan berkelanjutan, akan menciptakan guru-guru yang kompeten. “Guru yang kompeten akan menghasilkan pendidikan yang bermutu,” ucapnya di sela-sela pembukaan. (osti)