0 menit baca 0 %

Temu Ramah, Kakankemnag Siak Sosialisasi 5 Budaya Kerja

Ringkasan: Siak (Humas) – Usai melaksanakan Upacara HAB ke 69 di MTsN Siak, jajaran Kemenag Siak menggelar kegiatan Temu Ramah dan Silaturahim Keluarga Besar Kankemenag Siak di Aula MTsN Siak. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setelah upacara HAB ini bertujuan untuk menyampaikan informasi-informasi tentan...

Siak (Humas) – Usai melaksanakan Upacara HAB ke 69 di MTsN Siak, jajaran Kemenag Siak menggelar kegiatan Temu Ramah dan Silaturahim Keluarga Besar Kankemenag Siak di Aula MTsN Siak. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setelah upacara HAB ini bertujuan untuk menyampaikan informasi-informasi tentang capaian kinerja 1 tahun yang lalu, evaluasi serta harapan ditahun yang akan datang.

Hadir pada acara temu ramah, Kepala Kankemenag Siak Drs. H. Muharom didampingi Kepala Subbag Tata Usaha Drs. Wandi Utama dan Kasi-Kasi dan Penyelenggara di Kankemenag Siak serta Pegawai dan Guru MAN dan MTsN.

Mengawali pertemuan itu Muharom menyampaikan tentang Nilai-nilai Budaya Kerja, “Nilai-nilai Budaya Kerja Kementerian Agama tersebut terdiri atas 5 (lima) kata, yaitu: integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan”. Urainya. Saya berharap agar Nilai-nilai Budaya Kerja dapat diimplementasikan oleh seluruh aparatur Kementerian Agama Kabupaten Siak.” harapan beliau

“Lima kata tersebut kemudian dijabarkan dalam bentuk definisi, dan dielaborasi dalam bentuk indikasi positif dan negatif. Dengan memedomani 5 nilai budaya kerja tersebut, setiap aparatur Kementerian Agama diharapkan dapat melaksanakan tugas dan fungsi dengan sebaik-baiknya, berkinerja tinggi, serta terhindar dari segala bentuk pelanggaran dan penyimpangan,” tambahnya.

“Kelima nilai tersebut hakikatnya merupakan nilai yang sudah hidup dalam setiap ajaran agama, namun realitasnya tidak jarang terkontaminasi oleh hawa nafsu internal dan godaan-godaan eksternal. Untuk membersihkan dan memperkuat kembali nilai yang sudah hidup, kita perlu melakukan reformasi moral, yaitu membuang moralitas buruk dan menghadirkan kembali moralitas baik. Melalui reformasi moral inilah kita dapat melakukan revolusi mental sebagaimana telah digariskan oleh Presiden Republik Indonesia. Dalam rangka mencapai hal tersebut, kami mendorong agar kelima nilai ini secara terus-menerus dinternalisasikan kepada seluruh aparatur Kementerian Agama Kabupaten Siak,” pungkasnya. (gn)

*edit by novam