Siak (Inmas) – Seperti dilansir oleh pekanbaru.tribunnews.com, anggaran Wakaf gerakan Rp.1000 per-hari yang terkumpul yang akan terkumpul akan langsung digunakan untuk kepentingan ummat. Seperti peningkatan pendidikan agama, pendidikan, fasilitas rumah ibadah dan kepentingan masyarakat secara luas. Bupati Siak, Alfedri mengakui masih rendahnya kesadaran berwakaf pada masyarakat Siak. Hal itu karena kurangnya informasi serta masih rendahnya SDM nazhir atau orang yang diberi tugas untuk mengelola wakaf. "Kita juga siapkan aplikasi wakaf, agar umat mudah berwakaf melalui online. Ke depan untuk mendukung program wakaf ini, kita juga siapkan regulasinya. Sehingga memiliki dasar untuk kita bekerja," ucapnya.
Pihaknya juga bakal menyiapkan pusat kosultasi wakaf. Hal itu berfungsi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Siak tentang wakaf. Pada peresmian wakaf Rp 1.000 per hari itu ditandai dengan pemberian uang wakaf Alfedri. Kegiatan peresmian wakaf ini juga diisi dengan ceramah agama oleh Syeikh Dr Hamed Muhammad Wali Al Fattani dari Mekkah, Saudi Arabia. Ia merupakan seorang ulama yang mengelola dana zakat di Saudi Arabia.
Sementara itu Syeikh Dr Hamed Muhammad Wali Muhammed Al Fattani mengatakan, wakaf ini perniagaan terbaik umat dengan Allah SWT yang mengekalkan harta, mengalirkan pahala berlipat sekaligus sumber manfaat bagi umat. Pencatatan wakaf terutama tanah, hendaknya tersertifikasi dengan baik. Karena wakaf itu tidak saja uang namun juga berupa tanah, bangunan, emas, ilmu dan ternak. Dia mengingatkan tanah yang sudah diwakafkan hendaknya disertifikasi, agar mudah mendatanya. (Hd)