0 menit baca 0 %

Teladanilah Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW

Ringkasan: Rokan Hulu (Inmas) – Jika kita membaca sejarah peradaban dunia, dari dulu sampai sekarang dan bahkan di masa yang akan dating, maka akan kita temuka bahwa peradaban tersebut pastilah dipimpin oleh seorang pemimpin yang memiliki karakter luar biasa, yang perlu untuk dicontoh teladani dalam hidu...

Rokan Hulu (Inmas) – Jika kita membaca sejarah peradaban dunia, dari dulu sampai sekarang dan bahkan di masa yang akan dating, maka akan kita temuka bahwa peradaban tersebut pastilah dipimpin oleh seorang pemimpin yang memiliki karakter luar biasa, yang perlu untuk dicontoh teladani dalam hidup dan kehidupan sehari-hari.

Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, ketika membuka secara resmi Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang ditaja oleh MTSN Tandun Ujungbatu, Senin (22/2/2016) bertempat di halaman MTsN Tandun, Ujungbatu, yang diikuti sebanyak 460 peserta.

Dikatakannya, dari sekian banyak pemimpin yang pernah lahir di dunia dan mengukir sejarah gemilang, yang paling utama adalah Nabi Muhammad SAW. Hal ini sebagaimana diakui oleh seorang fakar ilmu pengetahuan dari Inggris yang bernama Michael H Heart dalam bukunya “Seratus Tokoh Paling Berpengaruh Dalam Sejarah”.

Heart menempatkan Nabi Muhammad Saw sebagai orang paling berpengaruh di dunia, sejak Nabi Adam as sampai dengan saat ini dan bahkan sampai dengan masa yang akan datang. Heart memilihnya dengan berbagai macam pertimbangan, termasuk kepemimpinan, ajaran yang dibawa, bertempur di medan perang, dan lain sebagainya.

Sejarah juga mencatat bahwa pendapat Heart dari Negerinya Ratu Elisabet ini, belum ada yang mengoreksinya dan apalagi menolaknya. Semua orang tak ada yang berani membantah dan itu artinya adalah setuju, tandas Ahmad Supardi.

Ahmad Supardi yang adalah alumni P{ondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru Sumatrera Utara ini, juga mengungkapkan ciri ciri kepemimpinan Nabi mulia Muhammad SAW, yaitu : pertama, Shiddiq artinya benar, baik dalam ucapan maupun dalam tindakan. Kedua, amanah, artinya orang yang terpercaya, dapat dipercaya oleh kawan maupun lawan.

Ketiga, tabligh artinya menyampaikan dengan arif dan bijaksana sesuai dengan bahasa kaumnya. Keempat, fathanah artinya cerdik, pandai, dan pintar. Seorang pemimpin tidak boleh bodoh karena dapat dipastikan akan menjerumuskan umatnya ke jurang kesesatan dan kehinaan.

Ahmad Supardi yang adalah mantan Kepala Humas dan Perencanaan Kanwil Kemenag Riau ini, lebih lanjut mengatakan, bahwa setiap pribadi muslim adalah pemimpin dan masing masing diri pasti akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah SWT.

Oleh karena itu, maka setiap pemimpin dan atau setiap diri umat Islam, harus memiliki ilmu dan keterampilan yang memadai, sehingga mampu memimpin anak buahnya. Jika tidak, makan anak buah akan kacau balau, berantakan, dan diterpa berbagai persoalan, tandasnya.Ash