Riau (Inmas)- Aparatur
Sipil Negara (ASN) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau hendaknya meneladani
akhlak Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan tugas, sesuai dengan tema Maulid
Nabi Muhammad SAW 1440 H pada peringatan Maulid Kanwil Kemenag Riau, Rabu
(21/11/2018) di Aula Utama Kanwil Kemenag Riau.
Hadir dalam peringatan Maulid yang mengambil tema “Jadikan Keteladanan Nabi Muhammad SAW Sebagai Motifasi ASN Dalam Melaksanakan”, seluruh pejabat dan ASN di Lingkungan Kanwil Kemenag Riau.
Plt Kakanwil
Kemenag Riau melalui Kepala Bidang Penaizawa HM Saman, S.Sos, M.SI dalam
sambutannya mengatakan dalam peringatan Maulid banyak hal yang bisa dipetik. Untuk
memberikan pencerahan maka pada pada Maulid tahun 1440 H merupakan ASN Kanwil
Kemenag Riau Uztad Dr HM Fakhri M Ag.
Sementara itu
dalam tausyiyah oleh Uztad Dr. H M Fakhri M Ag menjelaskan, Nabi Muhammad SAW
lahir membawa tiga misi besar yakni memulikan akidah, meluruskan dan
menyempurnakan syariat danÂ
menyempurnakan akhlak.
“Nabi Muhammad
SAW lahir membawa tiga misi besar, pertama memulikan akidah, Kedua meluruskan
dan menyempurnakan syariat, seperti menyempurnakan solat, zakat, puasa, dan haji.
Kemudian yang ke tiga menyempurnakan akhlak. Oleh Karena itu kita sebagai ASN
hendaknya memperbaiki akhlak kita. Dalam hadis Rasulullah bersabda: “berhati-hatilah
kalian dengan prasangka buruk karena sesungguhnya prasangka buruk tersebut
adalah sebesar-besar kebohongan jangan kalian mencari kesalahan antara satu
dengan lainnya, jangan kalian saling menguping, jangan kalian saling jatuh
menjatuhkan, jangan kalian saling iri dan dengki, jangan kalian saling
marah-marahan, jangan kalian saling membuang muka antara satu dengan yang lainnya”. Oleh karena
itu marilah kita aktualisasikan prestasi kita di kantor Wilayah Kementrian
Agama ini untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan Negara,” jelasnya.
Ia menambahkan,
Nabi Muhammad SAW merupakan panutan bagi umat Islam dari berbagai sisi
kehidupan. Dalam urusan rumah tangga Nabi Muhammad juga telah memberikan
tauladan, Nabi Muhammad terlahir dari keturunan yang baik. Oleh Karena itu jika
ingin mempunyai anak yang pandai mengaji Hafidz Qur’an orang tuanyapun harus
pandai baca Qur’an. Jika ingin mendapatkan anak yang terdidik yang mulia
akhlaknya harus di awali dulu oleh orang tua yang terdidik yang mulia
akhlaknya. (mus/anto/salma/dea)