0 menit baca 0 %

Tekan Angka Kemiskinan, Baznas Riau Iftitah Gerakan Masyarakat Berzakat

Ringkasan: Riau (Inmas)- Untuk memaksimalkan potensi zakat di Provinsi Riau, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau menggelar Rapat Koordinasi dan Iftitah Gerakatn Masyarakat Riau Berzakat se Provinsi Riau, Kamis (23/5/2019) di Gedung Daerah Kota Pekanbaru.Hadir dalam acara tersebut Gubernur Riau H S...

Riau (Inmas)- Untuk memaksimalkan potensi zakat di Provinsi Riau, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau menggelar Rapat Koordinasi dan Iftitah Gerakatn Masyarakat Riau Berzakat se Provinsi Riau, Kamis (23/5/2019) di Gedung Daerah Kota Pekanbaru.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Riau H Syamsuar, Wakil Gubenur Ria H Edi Natar Nasution, Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA, Wakil Ketua Baznas Pusat, Zainilbahar Noor, Baznas Provinsi Riau H Yurnal Edward SE M SI, utusan Baznas Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau, UPZ, UPZ dan lembaga zakat lainnya yang ada di kota Pekanbaru.

Pada acara yang dibuka oleh Gubernur Riau tersebut ditandai dengan diamanahkannya Duta Zakat Riau kepada Gubernur Riau H Syamsuar, penetapan pengelolaan zakat terbaik, zakat teraktif dan lainnya. Serta pemberian paket ramadhan, bantuan pendidikan 1 keluarga 1 sarjana, bantuan muallaf center dan bantuan panti asuhan.

Gubri dalam sambutannya menyebutkan, zakat merupakan salah satu program kerja prioritas yang akan ia lakukan. Untuk itu ia mendukung sepenuhnya program Iftitah Gerakan Masyarakat Berzakat Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau. Karena jika gerakan tersebut dilaksanakan, diyakini akan menekan akangka kemiskinan di Riau.

โ€œDuta Zakat merupakan amanah yang cukup berat yang dibebankan kepada saya. Karena zakat ini bukan hanya perintah Allah tetapi juga perintah negara yang tertuang dalam undang-undang dan peraturan pemerintahnya. Untuk itu, hendaknya ini menjadi tugas kita bersama dalam menggali potensi zakat di Provinsi Riau dengan menyalurkan zakatnya pada unit- unit yang telah ditetapkan, sehingga zakat yang terhimpun akan disalurkan secara merata pada masyarakat kurang mampu di Riau,โ€ ungkapnya dan menghimbau semua pihak mendukung Gerakan Masyarakat Berzakat.

Syamsuar berharap dengan gencarnya sosialiasi yang dilakukan, bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat Riau terurama para wajib zakat atau muzaki dapat membayarkan zakatnya ke Unit Pungumpul Zakat (UPZ) dan Badan Amil Zakar (BAZ) yang resmi dan sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Sementara Wakil Ketua Baznas Pusat, Zainilbahar Noor mengungkapkan apa yang dilakukan oleh Pemprov Riau dalam menggerakkan program zakat sejalan dengan Baznas pusat. Sebab potensi zakat di Indonesia cukup besar namun belum maksimal tergarap dengan baik.

โ€œSurvei 10 tahun yang lalu potensi zakat di Indonesia bisa mencapai Rp230 trilun, namun sangat menyedihkan baznas sendiri baru mencatat penerimaan pelaporan zakat dari seluruh provinsi di Indonesia sekitar Rp8,1 triliun pada tahun lalu,โ€ katanya.

Namun pihaknya optimis dengan program yang sudah disiapkan dan didukung oleh seluruh pemerintah daerah di Indonesia, penerimaan zakat di Indonesia bisa meningkat drastis.

Ditempat terpisah Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA, Iftitah Gerakan Masyarakat Berzakat Provinsi Riau merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi Riau yang perlu didukung secara bersama. Untuk itu ia menghimbau kepada para mubaligh/ muballighah, penyuluh dan jajaran Kemenag yang langsung terjun di lapangan dapat turut aktif mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Berzakat.

โ€œMari kita sukseskan Iftitah Gerakan Masyarakat Berzakat se Provinsi Riau dengan berzakat melalui amil seperti Baznas, UPZ dan lembaga resmi lainnya, sehingga apa yang menjadi harapan bersama untuk menekan angka kemiskinan di Riau melalui potensi zakat yang ada dapat tercapai,โ€ harap Mahyudin. (mus/ady)