Dumai (Kemenag) – Cahaya keilmuan
Al- Qur’an kembali berpendar di Kota Dumai. Melalui kegiatan bertajuk
Pemberantasan Buta Aksara Al- Qur’an, PAI Dumai Kota hadir memberikan pembinaan
kepada kelompok binaan TPQ As- Shofa, Senin (24/11/2025) pukul 19.00 WIB.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh
PAI Dumai Kota dengan tujuan utama untuk memberikan pemahaman yang baik dan
benar tentang tahsin dan tajwid sebagai langkah nyata memberantas buta aksara
Al- Qur’an. Peserta kegiatan adalah para murid TPQ As- Shofa yang dengan
semangat mengikuti penyuluhan dari awal hingga akhir.
Salah satu penyuluh, Nur
Indiantika, menyampaikan pentingnya belajar tahsin sejak dini. “Perlunya
belajar tahsin sejak dini agar bacaan Al- Qur’an menjadi benar. Karena kalau
salah baca, arti bisa menjadi salah,” ujar Athifa Kamila dengan penuh
kelembutan dan ketegasan.
Dalam penyuluhan tersebut,
dijelaskan pula dua poin penting dalam tahsin Al- Qur’an yang menjadi dasar
pembinaan, yakni :
1. Makharijul Huruf, yakni
mengenali tempat keluarnya huruf agar pengucapan setiap huruf Al-Qur’an tepat
dan tidak berubah maknanya.
2. Shifatul Huruf, yakni memahami
sifat dan karakter bunyi huruf agar bacaan menjadi fasih dan indah didengar.
Sementara itu, Athifa Kamila,
menegaskan bahwa mempelajari dan mengajarkan Al- Qur’an adalah jalan kemuliaan
di sisi Allah SWT. “Sebaik-baiknya manusia adalah yang belajar Al- Qur’an dan
mengajarkannya,” tutur Nur Indiantika mengutip hadits Nabi Muhammad SAW, seraya
memotivasi para peserta agar istiqamah dalam memperbaiki bacaan.
Kegiatan yang berlangsung di
malam hari ini tidak hanya sarat ilmu, tetapi juga penuh makna spiritual. Para
peserta tampak antusias, memperhatikan setiap arahan dan mencoba memperbaiki
makhraj huruf mereka dengan bimbingan langsung dari para penyuluh. PAI KUA
Dumai Kota berharap melalui kegiatan ini, semangat mencintai dan mempelajari
Al-Qur’an semakin tumbuh kuat di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Karena setiap huruf yang dibaca dengan benar bukan hanya bernilai pahala,
tetapi juga menjadi cahaya penuntun kehidupan.
“Ibarat pelita di malam gelap,
tahsin menjadi cahaya yang menuntun kita membaca Kalamullah dengan benar. Siapa
yang mencintai Al-Qur’an, maka Allah akan meninggikan derajatnya,” ungkap salah
satu penyuluh sebagai penutup kegiatan penuh makna tersebut.
Kegiatan Pemberantasan Buta
Aksara Al- Qur’an di TPQ As- Shofa ini menjadi wujud nyata kehadiran penyuluh
di tengah masyarakat, bukan hanya melayani administrasi keagamaan, tetapi juga
menebar ilmu, cahaya, dan kasih sayang melalui Al- Qur’an. (Athifa/Arief)