Pekanbaru (Inmas) – Bertempat di Mushalla Al Ikhlas, Jum'at (10/02) setelah apel pagi, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau adakan tausiyah di lingkungan ASN tak terkecuali pejabat. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan sekaligus membina mental spritual para pejabat dan karyawan/ti dilingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Riau.
Tausiyyah perdana ini dihadiri oleh Kabid Penaiszawa HM Saman, Kabid Pendidikan madrasah Drs H Asmuni, Kabid Pakis Drs H Fairuz serta para pejabat eselon IV serta para pegawai. Pada kesempatan tersebut DR M fahri didaulat untuk menyampaikan tausiyyahnya di hadapan seluruh ASN yang telah hadir dan siap mendapatkan siraman rohani.
Mengawali tausiyyahnya M Fahri mengingatkan bahwa menghadiri majelis ilmu adalah hal yang utama sekali. H Fahri melanjutkan ceramahnya dengan bercerita tentang kewajiban kita sebagai umat Islam untuk mengimani 25 Nabi yang telah diabadikan dalam Alquran. Dalam tausiyyah yang disampaikan, beliau mengulas tentang lima pelajaran penting yang harus ditanamkan dalam diri masing masing kita melalui kisah pengalaman salah satu Nabi yang sudah kita imani yakni kisah mimpi Nabi khidir AS Yang mendapatkan wahyu dan perintah dari dari Allah Swt.
Perintah tersebut berbunyi “ esok engkau dikendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghadap ke barat. Begitu bunyi bait pertama kepada Nabi Khidir, jelas H Fahri menceritakan dengan penuh semangat. Masih di dalam tidurnya ulas H Fahri, Nabi Khaidir menerima lima perintah yang harus dikerjakannya dengan segera jika ingin mendapatkan ridha Allah Swt. “ Engkau juga dikehendaki berbuat, pertama apa yang kau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua engkau sembunyikan, ketiga engkau terimalah, keempat jangan engkau putuskan harapan, dan yang kelima larilah engkau daripadanya.
Setelah menemui ke lima peristiwa itu, Nabi Khidir pulang kerumahnya. Pada malam itu, Nabi Khidir pun berdo’a. Dalam do’anya ia berkata, “ ya Allah aku telah pun melaksanakan sebagaimana yang diberitahu dalam mimpiku, maka beliau meminta penjelasan dari arti mimpi tersebut. Maka tak lama setelah Nabi tertidur dan kembali bermimpi. Nabi Khidir mendapat jawaban atas seluruh perintah yang ditujukan kepadanya, ujar ustadz kalem tersebut menguraikan.
Adapun hikmah yang bisa diambil dari peristiwa yang dialami Nabi Khidir As adalah: Pertama, yang engkau makan dari peristiwa pertama itu adalah marah. Maka pada mulanya nampak besar seperti bukit tetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat menjaga dan menahannya, maka marah itu akan menjadi lebih manis dari pada madu. Kedua, semua amal kebaikan (budi) walau disembunyikan maka ia akan tetap tampak juga. Ketiga, jika sudah menerima amanag seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya. Keempat, jika orang meminta kepadamu, berusahalah membantunya, meski sejatinya engkau tengah ada suatu kepentingan. Kelima, bau yang busuk itu adalah ghibah (bergunjing) atau menceritakan hal seseorang “maka larilah dari orang orang yang sedagn duduk berkumpul membuat ghibah, urai Fahri diakhir ceramahnya.(vera/ft:faj)