0 menit baca 0 %

Tausiyah 'Syarat Ibadah' Ini Mengundang Tangis Sang Ustadz

Ringkasan: Riau (Inmas) Setiap hari  jum at Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau menggelar wirid mingguan yang di kemas dalam kegiatan Mimbar Agama Islam. Kasi Pendaftaran dan Dokumen Haji Suhardi Hasan MA didaulat memberi tausiyah usai apel pagi, Jumat (29/03).Dalam tausiyahnya Suhardi mengupas tentang ibad...

Riau (Inmas) – Setiap hari  jum’at Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau menggelar wirid mingguan yang di kemas dalam kegiatan Mimbar Agama Islam. Kasi Pendaftaran dan Dokumen Haji Suhardi Hasan MA didaulat memberi tausiyah usai apel pagi, Jumat (29/03).

Dalam tausiyahnya Suhardi mengupas tentang ibadah, menurutnya Ibadah Mahdhah adalah sesuatu yg ditetapkan oleh syariat tanpa adat istiadat (kebiasaan) untuk menunjang ibadah. Misalnya seperti shalat subuh tak perlu ditambah-tambah menjadi 3 Rakaat, berlaku juga untuk 4 waktu sholat yang lainnya.

Sedangkan sesuatu yang ditambah diluar syariat, itu wilayah kajian Fiqh, lanjutnya. Dan ada beberapa perbedaan pendapat ahli figh yang semuanya meyakini berdasarkan AlQuran dan Hadits. “Pendapat ini tentunya berdasarkan ALquran tentu melalui mufas-siriyn. sedangkan pendapat berdasarkan hadits tentu melalui muhaditsiyn. Yang menterjemahkan dan mentahrij hadits itu sendiri,” sambungnya.

Secara terminologi ibadah adalah sebuah kata atau ungkapan yang mencakup apa saja yang dicintai dan diridhai oleh Allah swt, baik berupa ucapan dan perbuatan yang bathin maupun lahir.

“Intinya ibadah itu sangat tergantung apakah memenuhi syarat ibadah atau tidak, dicintai Allah atau tidak”, tuturnya.

Selanjutnya, persyaratan ibadah itu harus berharap, takut (khauf), tawakkal dengan rasa sangat merendahkan diri dihadapan Allah. Lebih dari itu, terdapat syarat lainnya juga dalam masalah ibadah ini yaitu memohon pertolongan dan perlindungan pada Allah (Alisti’azdah). “Mesti punya syarat kita dalam beribadah, karena jika kita ingin bernilai ibadah ini disisi Allah maka ibadah itu harus punya standart cinta dan ridha Allah Swt.

Jibril pernah mempertanyakan ke Rasul. "Khabarkan aku tentang islam". 

"Kabarkan aku tentang iman", katanya.

Dalam konteks Islam, iman, ihsan, itu sudah meramu seluruh ibadah kita secara bathin dan lahiriah, sebutnya.Ketika beribadah secara lahiriah saja, masih standart Islam, tapi kalau sudah dihadirkan hati kita dalam praktek lahiriah ibadah itu berarti masuk dalam kontek Islam dan iman. “kalau sudah masuk dalam konteks Islam dan iman, ibadah kita hari ini, kita sesuaikan dengan perbuatan kita sehari hari diluar ibadah’, tukasnya.

Seperti shalat secara syariah kita terapkan karena iman dan kita aplikasikan kedalam  perilaku sehari hari  kita itulah ihsan. “Sholat berfungsi sebagai pencegah perbuatan keji dan mungkar, dan kita amalkan dalam perbuatan lahir dan bathin, inilah yang namakan ihsan sesuai ucapan dan perbuatan”, jelasnya lagi.

Ibadah itu dalam hal apa saja, tidak hanya sholat, segala hal yang kita kerjakan harus dengan niat ikhlas karena Allah Swt. “Andaikan hari ini Allah perlihatkan dosa dosa kita, didepan kita makan dan tidur pun kita tak akan sanggup”, ucapnya dengan tersedu sedan menutup tausiyah.(vera)