Pekanbaru
(Inmas), Mayoritas Ulama menjelaskan bahwa
Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin 12 Rabiul Awal. Ternyata peristiwa yang
terjadi pada hari Senin 12 Rabiul Awal
bukan hanya lahirnya Rasul, tercatat dalam Siroh Nabawiyah Nabi Wafatnya
Nabi pun pada Hari Senin 12 Rabiul Awal dalam Usia 63 Tahun. Ketika diangkat
menjadi Nabi diusia 25 Tahun itu juga terjadi pada hari senin 12 Rabiul Awal, diangkat menjadi Rasul di usia 40 Tahun
juga pada hari Senin 12 Robiul Awal, bahkan sebagian Mufassir mengatakan
al-Quran turun juga pada hari Senin 12 Robiul Awal. Demikian di sampaikan
Firdaus Hamid, S.Ag.M.Sy dalam Taushiyah kultum Zuhurnya di Masjid Ikhlas
Beramal Selasa (28/11/2017).
Lebih
lanjut dalam taushiyahnya dijelaskan mengutip pendapat Aidh Al-Qorni dalam
bukunya Islam Rahmatan Lilalamin dan buku Siroh Nabawiyah karya Syekh
Safiyuddin Rahman Al-Mubarak Furi, Firdaus mengatakan ”ketika ditanyakan oleh sahabat kepada Nabi,
Apakah Engkau merayakan hari kelahiran-Mu ya Rosul. Nabi menjawab saya
peringati dan saya rayakan kelahiran saya dengan cara berpuasa setiap hari
Senin”. Ini pulalah yang menjadi dasar disyariatkannya kita Puasa Sunnat setiap
hari Senin.
Ditengah
seriusnya jamaah mendengarkan taushiyahnya, Firdaus menjelaskan banyak
peristiwa luar biasa yang terjadi disaat detik-detik lahir Rasulullah. Yaitu
Pertama. Ibundanya Aminah memberikan pengakuan
sembilan bulan Muhammad berada dalam kandungan saya tapi saya tidak pernah
merasakan yang namanya sakitnya hamil. Kedua, saya lihat Muhammad terlahir
dalam keadaan Sujud. Ketiga. Satu tahun
menjelang lahirnya Muhammad negeri kami tidak pernah turun hujan sehingga
kering dan tandus, tetapi ketika Muhammad saya lahirkan terjadilah hujan yang sangat lebat sehingga negeri menjadi
makmur. Keempat. Berhala yang berjumlah 360 yang di tanam disekeliling Ka’bah
yang disembah oleh orang kafir Qurais tumbang dengan sendirinya karena
terjadinya gempa kecil. Kelima, Api yang biasa disembah orang kafir Qurays padam dengan
sendirinya. Keenam, Lahir Nabi Muhammad
dalam keadaan yatim. Ketujuh, Istana Syam
memancarkan sinar sampai ratusan kilometer sehingga Mekah menjadi
terang.
Diakhir
Taushiyahnya beliau mengajak “mari kita ambil I’tibar dari kelahiran Nabi
Muhammad SAW ini” ajaknya. (Idris).