Inmas meranti- Kasubbag TU Kemenag Meranti H.Jasmail,S.A.g didampingi Tim Humas menghadiri Tasyakuran kelulusan siswa Kelas XII di Ma.Alma'arif Desa Mantiasa,(24/4).
Acara tasyakuran dihadiri oleh Kepala sekolah SMP N 3 Maini Khusni,S.A.g,M.P.d, Kepala Sekolah SMA Al-Ma'arif Mardio.S.P.d.i, Majelis guru dan para wali siswa.
Dalam acara tasyakuran ini, Pimpinan yayasan Ky.Mustofa dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh guru dan perangkat pendukung MA. Alma'arif yang telah berjuang membangun generasi yang akan datang dengan sabar dan istiqomah meskipun dengan banyak kekurangan fasilitas sarana dan prasarana, semoga jasa yang sudah diberikan kepada madrasah ini menjadi ladang amal jariyah bagi para pendiri - pendiri dan penerus perjuangan di MA Alma'arif ini untuk mencapai perestasi yang lebih baik, amin-amin ya rabbal ‘alamin, ungkap. Ky.Mustofa.
Siswa MA Alma'arif yang tamat tahun ini Insyaallah berjumlah 41 orang siswa, dan tahun ini adalah lulusan yang ke-8, Alhamdulillah selama proses belajar mengajar selama 3 tahun, kita telah upayakan semaksimal mungkin dan telah dilaksanakan ujian, semua rentetan ujian dan diakhiri dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer dan hanya tinggal menunggu pengumuman kelulusan.Dan kita harapkan semuanya bisa lulus dengan nilai terbaik, amin ya robbal alamin. Tambah Ky.Mustofa.
Sementara itu Kasubbag Tu H.Jasmail,S.A.g dalam sambutannya mengatakan bahwa antara guru dan murid tidak ada istilah perpisahan, hormati kepada guru baik itu guru yang mengajarkan ilmu agama maupun guru yang mengajarkan ilmu umum, karena pada hakikatnya induk dari seluruh ilmu bersumber dari ALLAH.S.W.T, hanya penamaan kita lah yang membedakan ilmu agama dan ilmu umum.
Ada sebuah kisah seorang murid dari imam syafi'i.," ada seoseorang yang mengadu kepada seorang orang tua dari murid imam syafi'i, bahwa anak bapak di tempat imam syafi'i bukan menuntut ilmu tetapi anak bapak di tempat imam syafi'i dijadikan pembantu",
Oleh karena itu datang lah orang tua tersebut dan menghadap imam syafi'i dan menanyakan kenapa anak nya disini bukan di ajari ilmu, tetapi malah disuruh-suruh seperti pembantu, maka sang imam syafi'i menjawab bahwa saya tidak pernah menyuruh melainkan anak bapak lah yang melakukan atas keinginannya sendiri, dengan jawaban imam syafi'i tersebut maka sang orang tua tidak senang dan membawa pulang kembali anak nya dari dari tempat imam syafi'i.
Ditengah perjalanan pulang sang orang tua banyak bertanya kepada sang anak, setiap sang anak menjawab ucapan pertama nya adalah" kata imam syafi'i," oleh karena itu sang orang tua tersadar dan mengantar kembali anak nya ke tempat imam syafi'i, namun ketika sampai di tempat imam syafi'i sang imam menjawab," sejak engkau mengambil anak mu kembali dari didikan ku maka sejak itu lah berkah ilmuku telah tercabut dari anak mu".
Maka sangat tepat lah istilah tasyakuran bukan perpisahan agar barokah ilmu pada anak-anak kita tetap terjaga, karena tidak ada perpisahan dalam menuntut ilmu. Pungkas H.Jasmail.