0 menit baca 0 %

Tarmizi Tohor Dilantik Jadi Direktur Pemberdayaan Zakat

Ringkasan: Jakarta (Inmas)- Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin melantik Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs H Tarmizi Tohor MA, sebagai Direktur Pemberdayaan Zakat Ditjen Bimas Islam Kemenag RI di Operation Room Kemenag RI Jalan Lapangan Banteng Jakarta, Jumat (19/2...

Jakarta (Inmas)- Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin melantik Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs H Tarmizi Tohor MA, sebagai Direktur Pemberdayaan Zakat Ditjen Bimas Islam Kemenag RI di Operation Room Kemenag RI Jalan Lapangan Banteng Jakarta, Jumat (19/2).

Selain mantan Kakanwil Kemenag Provinsi Riau Tarmizi Tohor, dalam acara pelantikan tersebut juga dilantik pejabat eselon II lainnya.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, setiap pejabat di lingkungan Kementerian Agama wajib menjaga integritas dalam posisi dan kondisi apa pun, menunjukkan profesionalitas dalam mengemban tugas, memiliki inovasi untuk kemajuan organisasi dan kebaikan masyarakat, memiliki rasa tanggungjawab serta memiliki akhlaqul-karimah yang termanifestasi dalam ucapan, sikap dan perbuatan yang layak diteladani.

Menurutnya, kehidupan umat beragama dari waktu ke waktu dihadapkan dengan tantangan isu-isu aktual, permasalahan, dan dampak strategis yang bergerak sangat dinamis dan melampaui daya antisipasi masyarakat. Suatu isu yang muncul ke ruang publik kadang secara terbuka atau tersamar memiliki dampak merusak harmoni kehidupan beragama, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, bahkan ada yang ber-eskalasi menuntut perubahan tatanan institusi sosial dengan mendistorsi nilai-nilai agama dan budaya bangsa, seperti terjadi dengan isu Gafatar, LGBT dan sebagainya.

Untuk itu, tandas Menag, dalam menghadapi berbagai isu dan fenomena sosial yang marak belakangan ini, pejabat terkait pada Kementerian Agama harus memiliki kepekaan dan perspektif yang memadai tentang “apa yang terjadi” dan “apa yang harus dilakukan” sesuai posisi sebagai aparatur negara.

“Saya selalu mendorong para pejabat Kementerian Agama tidak boleh pasif, tapi harus proaktif, berbicara, speak up, dan sekarang sudah tidak masanya lagi meneruskan budaya “minta petunjuk” dalam menghadapi isu-isu yang secara cepat dan tepat bisa ditangani di level teknis,” ujar Menag.

Menag kembali menandaskan, setiap pejabat tidak boleh kehabisan ide kreatif dan pemikiran segar untuk perbaikan organisasi dan peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam kaitan ini, saya meminta komitmen dan perhatian seluruh pemegang jabatan pimpinan pada Kementerian Agama agar memperhatikan penerapan sistem akuntabilitas kinerja baik pada individu maupun organisasi dengan memenuhi perjanjian kinerja, indikator kinerja, dan capaian kinerja dengan predikat yang memuaskan. Kinerja Kementerian Agama akan memperoleh penilaian terbaik apabila ditopang oleh sumber daya aparatur yang baik dan berkualitas,” ucap Menag.

Untuk itu, terang Menag, Inspektorat Jenderal sebagai unit pengawas internal harus aktif mendorong peningkatan kinerja organisasi terutama dari sisi kepatuhan (compliance) terhadap aturan, di samping melakukan pendampingan, pengendalian dan pengawasan internal yang efektif, serta menjaga iklim kerja organisasi tetap dinamis, kondusif dan akuntabel. (dm/mus)

Nama-nama pejabat esleon II yang dilantik sesuai Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor : B.II/3/01453 s.d 01457 dan 01459 s.d 01463 tanggal 16 Februari 2016;

1. Drs. H. Muhammad Ridwan, M.M, sebelumnya Karo Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan IAIN Raden Fatah Palembang diangkat menjadi Kepala Biro Umum, Perencanaan dan Keuangan IAIN Raden Fatah Palembang;

2. Dr. H. Muchtar Ali, M. Hum, sebelumnya Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam diangkat menjadi Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam;

3. Dr. H. Tarmizi, M.A. sebelumnya Kakanwil Kemenag Provinsi Riau diangkat menjadi Direktur Pemberdayaan Zakat Ditjen Bimas Islam

4. H. Suardi Abbas, S.H., M.H. sebelumya Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu diangkat menjadi Direktur Pemberdayaan Wakaf Ditjen Bimas Islam;

5. H. Rojikin, S.H., M.Si. sebelumnya Inspektur Wilayah IV Inspektorat Jenderal diangkat menjadi Inspektur Investigasi Inspektorat Jenderal;

6. Drs. Ferimeldi, M.A., Ph.D sebelumnya Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik Kemahasiswaan IANIN Salatiga diangkat menjadi Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Setjen;

7. Drs. H. Hamka, M.Ag. sebelumnya Direktur Pembinaan Wakaf Ditjen Bimas Islam diangkat menjadi Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Raden Fatah Palembang;

8. Drs. H. Abd. Rahim, M.Hum sebelumnya Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan IAIN Sumatera Utara Medan diangkat menjadi Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan UIN Sumut;

9. Drs. H. Jaja Jaelani, M.M. sebelumnya Direktur Pembinaan Zakat Ditjen Bimas Islam diangkat menjadi Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama  UIN Sumut;

10.Priyoni, S.Pd., M.Pd. sebelumnya Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan IAIN Wali Songo diangkat menjadi Kepala Biro Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Walisongo Semarang;