Pekanbaru (Humas) - Hari Senin, (22/12), seperti biasa dilaksanakan Apel mingguan tapi terlihat hari ini ada yang berbeda terlihat dari dominasi perempuan sebagai petugas upacara dan berlaku sebagai Inspektur Upacara Bapak Ka.Kanwil Kemenag Riau, Drs. H. Tarmizi Tohor, MA. Hari Ibu pengusungan tema pada Apel mingguan kali ini, penghormatan dan penghargaan tertinggi yang dirasakan oleh setiap perempuan yang sudah menjadi ibu.
"Ibu adalah makhluk yang sangat unik, dan saya menghimbau kepada para perempuan untuk mengetahui dasar Peringatan Hari Ibu ini yang sudah memasuki peringatan ke 46 tahun. Sejarah panjang perjuangan kemerdekaan negara kita ini tidak terlepas dari perjuangan para ibu," ujar Tarmizi.
Hari ibu yang selalu diperingati setiap tanggal 22 Desember merupakan awal mula terjadinya Kongres Perempuan Indonesia tepatnya pada tanggal 22 s/d 25 Desember 1928 dan berlangsung di Yogyakarta. Kongres Perempuan Indonesia I bertujuan untuk berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan.
Para feminis ini menggarap berbagai isu tentang persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan kaum perempuan. Tak hanya itu, masalah perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan usia dini bagi perempuan, dan masih banyak lagi, juga dibahas dalam kongres itu. Bedanya dengan jaman sekarang, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis untuk perkembangan perempuan, tanpa mengusung kesetaraan jender.
Penetapan Hari Ibu terjadi pada Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Bahkan, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember ini sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959.
"Pada saat ini, sudah banyak saya jumpai perempuan yang berkarir menyamai posisi lelaki bahkan saya melihat di kantor-kantor, sekolah, bahkan di pasar perempuan sudah mendominasi. Terutama saya melihat profesi guru masih didominasi oleh para perempuan terutama ibu, ini membuktikan ibu memegang peranan penting terhadap pendidikan bangsa terutama akhlak," jelas Tarmizi.
Ibu diciptakan sebagai makhluk yang lembut dengan karakter yang sangat kuat. Jadilah Ibu yang cerdas karena bangsa membutuhkan generasi yang cerdas. (nvm)