0 menit baca 0 %

Tarjoko : UN dan USBN merupakan tolak ukur mengetahui Keberhasilan Peserta didik

Ringkasan: Riau (Inmas) UN dan USBN merupakan salah satu tolak ukur untuk mengetahui keberhasilan peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar yaitu sejauh mana peserta didik mampu menerima, memahami dan mempraktekkan pengetahuan yang diperoleh selama proses belajar mengajar untuk dilakukan evaluasi m...

Riau (Inmas) UN dan USBN merupakan salah satu tolak ukur untuk mengetahui keberhasilan peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar yaitu sejauh mana peserta didik mampu menerima, memahami dan mempraktekkan pengetahuan yang diperoleh selama proses belajar mengajar untuk dilakukan evaluasi melalui ujian baik ujian tertulis maupun praktek papar Tarjoko pada TOT UN dan USBN Mata Pelajaran Pendidikan Agama Buddha Tingkat Dasar, Rabu 07 Maret 2018 bertempat di Baliview Luxury, Jln Putri Indah, Simpang Tiga - Pekanbaru.

Turut hadir Pada kesempatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs. Ahmad Supardi Hasibuan, MA didampingi Pembimbing Masyarakat Buddha, Tarjoko S,Pd, yang diikuti 60 Orang guru agama Buddha Formal dan Non Formal se - Provinsi Riau..

Mewakili Ketua Panitia Tarjoko menambahkan dalam penyusunan soal harus ada kesesuaian materi soal yang diujikan dan target kompetisi yang hendak dicapai yaitu dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar  sehingga mudah dipahami makna yang terkandung dalam rumusan pertanyaan.

Lebih lanjut Tarjoko Menambahkan  Training Of Trainer (TOT) merupakan kegiatan yang sangat penting dimana kita dituntut bisa melatih orang menjadi Pelatih. Ini merupakan pekerjaan yang luar biasa imbuhnya.

Acara Full Board yang berlangsung selama 4 hari mampu mendatangkan narasumber dari Ditjen Bimas Buddha, Kanwil Kemenag Riau serta diknas Pendidikan Provinsi yang di bebankan pada Dipa Bimas Buddha kanwil Kemenag Prov. Riau yang bertujuan Untuk meningkatkan Kualitas Pendidikan Agama Buddha di Provinsi Riau.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Ahmad Supardi menyampaikan sangat antusias dan berterima kasih Kepada semua Guru Agama Buddha yang melibatkan diri untuk mengikuti TOT UN dan USBN Pendidikan Agama Buddha.  

“ Ini bukanlah pekerjaan yang Mudah” lanjutnya menambahi.  Selain bapak / ibu  dilatih dalam pembuatan soal , akan tetapi bapak ibu dituntut menjadi Pelatih yang handal dalam masyarakat. Selain itu, pendidikan ini tidak murni dari gurunya tetapi ada yang lain, seperti pengalaman, praktek lapangan serta factor sosial .

Lebih lanjut Supardi menambahkan ada acuan yang harus kita pergunakan dalam pembuatan soal tingkat dasar ,Kisi-kisi itu sdh ditetapkan sebelumnya yang mana soal 25 persen ditentukan oleh Pusat dan 75 Persen diserahkan ke daerah masing-masing. Supardi berharap  kita harus aktif memperhatikan setiap proses pembelajaran yang ada dengan menimbulkan kualitas yang pasti dan teruji. Berikan Reward jika memang dia mampu untuk hal itu tegasnya mengakhiri (belen)