Riau (Inmas) Ujian Sekolah Berstandar Nasional merupakan standar Evaluasi, Evaluasi ada beberapa macam diantaranya Evaluasi persemester, Evaluasi Bulanan, Evaluasi Triwulan dan Evaluasi Akhir Papar Pembimbing Masyarakat Buddha pada Kegiatan TOT USBN Mata Pelajaran Agama Buddha Tingkat Menengah pada 19 Feb 2018 di Hotel Winstar – Pekanbaru.
Tarjoko Selaku Pembimbing Masyarakat Buddha menyampaikan adapun tujuan dilakukannya kegiatan TOT USBN adalah untuk meningkatkan Penyusunan Soal USBN Pendidikan agama Buddha Tingkat Menengah serta meningkatkan kualitas Pendidikan Agama Buddha se Provinsi Riau.
Acara yang berlangsung selama empat hari 19 s.d 22 Februari 2018 diikuti oleh 60 Orang Guru Agama Buddha serta Pengawas yang tersebar di 12 Kab/ Kota Se- Provinsi Riau yang mampu mengundang Narasumber dari Ditjen Bimas Buddha dan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau.
Tarjoko menekankan hal yang sangat penting adalah terciptanya soal yang sempurna dan respentatif artinya berbobot dan berkualitas, mudah dimengerti, mudah dipahami, tidak berbelit-belit dan memakai bahasa yang baku.
“ Tanggal 19 Maret ujian sdh harus berlangsung, oleh karenanya soal sudah harus masuk ke Dinas Pendidikan” paparnya menambahi. Kita harus mampu memikirkan berbagai kendala kedepannya, jadi harus mampu menyediakan master Soal jauh hari agar dalam pendistribusian ke sekolah kita sampai tepat waktu.
Kegiatan yang bertujuan untuk melihat sejauh mana siswa memiliki kemampuan dalam memahami ajaran agama Buddha dibebankan pada DIPA Bimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau tentang Kegiatan TOT USBN mata Pelajaran Pendidikan Agama Buddha Tingkat Menengah Tahun 2018.
“ Anda yang dipanggil adalah sebuah Prestasi “ Papar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau , Ahmad Supardi MA, pada Pembukaan TOT USBN Mata Pelajaran Agama Buddha Tingkat Menengah. Sudah sepantasnya Bimbingan Masyarakat Buddha harus menghargai Pengorbanan dan Prestasi yang telah diberikan oleh Guru Agama Buddha dalam Pembuatan Soal USBN karena diperlukan kesungguhan dan Kehati-hatian yang maksimal dalam menjalankan tugas sebagai Abdi Masyarakat. Dalam bentuk Pemberian Sertifikat sebagai Peserta dan Pembuat Soal saya rasa cukuplah untuk jadi sumber Motivasi buat Guru Agama Buddha tekannya menjelaskan.
Lebih Lanjut Supardi berharap dalam waktu empat
hari kita mampu menyelesaikan soal USBN dengan baik sesuai dengan standar soal
sehingga mampu di cerna oleh siswa-siswi yang akan menghadapi USBN nantinya.
(belen/Afn)