0 menit baca 0 %

Tantangan Besar Bisa Diatasi dengan Meneladani Nabi Muhammad SAW

Ringkasan: Riau (Inmas)- Tantangan- tantangan besar yang dihadapi dalam kehidupan saat ini, bisa diatasi dengan meneladani apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, baik ketaan beribadah kepada Allah SWT maupun dalam menjalani kehidupan sehari- hari.Hal tersebut diungkapkan Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Ahmad Sup...

Riau (Inmas)- Tantangan- tantangan besar yang dihadapi dalam kehidupan saat ini, bisa diatasi dengan meneladani apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, baik ketaan beribadah kepada Allah SWT maupun dalam menjalani kehidupan sehari- hari.

Hal tersebut diungkapkan Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Ahmad Supardi MA, didampingi Kabid Penaiszawa HM Saman S Sos M SI dan Uztad Drs Nurhadi Husin Lc MA, usai Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H di Aula Kanwil kemenag Riau, Selasa (5/12/2017). Acara juga dihadiri oleh Kabag TU, Kepala Bidang, Subbag, Kepala Seksi, Karywan dan Karyawati, serta Pramubakti di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau.

Menurut Ahmad Supardi Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang diperingati setiap tahun bukan hanya seremonial belaka, tetapi yang terpenting adalah mengambil hikmah dari apa yang dimaksud dari Maulid itu sendiri yaitu meneladani sifat- sifat Rasulullah  SAW yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari.

“Kepada seluruh pegawai dan kaum muslimin saya berharap juga kegiatan Maulid ini tetap dilaksanakan kalau ada orang yang bilang ini bid’ah, sama sekali tidak, ini adalah ajaran agama yang harus kita lakukan salah satu bentuk dari kecintaan kita kepada Rasulullah SAW,” ungkapnya.

Ditambahkan Drs Nurhadi Husin Lc MA selaku pemberi tausiah mengatakan, Maulid adalah untuk mengenang kembali apa pesan pesan Allah terhadap Rasul dan apa pesan pesan Rasul terhadap umatnya. Sebagaimana ayat yang dibacakan tadi surat Al Imran yang menjelaskan bawasannya  tanggung  jawab manusia kepada Allah adalah berzikir dan bersyukur kepada Allah Melalui ibadah.

“Kalau manusia sudah melakukan ibadah dengan sempurna sudah berzikir bersyukur kepada Allah. Kalau bersyukur Allah tambah nikmatnya kalau kufur Allah berikan azab. Inilah intinya kelahiran Nabi membawa pencerahan kepada kita supaya masuk surga Allah SWT,” terangnya.

Sementara Kabid Penaiszawa HM Saman S Sos M SI, terkait kurangnya gaung Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), karena memang dalam APBN tidak lagi murni dianggarkan terkait dengan regulasi yang ada. Namun demikian, dalam memenuhi unsur keagamaan pemerintah dengan umatnya tetap menggelar peringatan hari besar.

“Peringatan hari besar tetap kita lakukan dalam  rangka meningkatkan spiritual bagi Aparatur Sipil Negara, termasuk Maulid bagaimana  mencontoh keteladanan Rasulullah SAW. Terutama Rasulullah hidupnya sederhana kemudian dia tidak menyombongkan diri, ini dengan adanya peringatan maulid ini tentu intinya kita itu pola hidup yang sederhana sehingga tidak merasa sombong di depan kita berjalan lebih meningkat lagi bertaqwa kepada Allah SWT,” ungkapnya. (mus/ady/eka/faj/juki)