0 menit baca 0 %

Tangani Persoalan Tunawisma Perempuan dan Anak, Dit Reskrimum Rakor Bersama Stakeholder Terkait

Ringkasan: Riau (Inmas) Permasalahan tunawisma (pengemis) perempuan dan anak telah menjadi masalah nasional, yang dihadapi banyak kota. Tak terkecuali Provinsi Riau yang masyarakat cukup heterogen ditengah daerah yang sedang berkembang.Untuk itu Dit Reskrimum dengan stakeholder terkait menggelar rapat koordina...

Riau (Inmas) – Permasalahan tunawisma (pengemis) perempuan dan anak telah menjadi masalah nasional, yang dihadapi banyak kota. Tak terkecuali Provinsi Riau yang masyarakat cukup heterogen ditengah daerah yang sedang berkembang.

Untuk itu Dit Reskrimum dengan stakeholder terkait menggelar rapat koordinasi dalam Upaya Penanganan Tunawisma Perempuan dan Anak di Polda Riau, Selasa (03/12).

Plt Kabag TU Erizon Efendi MPd yang mewakili Kakanwil Kemenag Riau turut serta pada rakor yang dihadiri sejumlah instansi tersebut.

Melalui sambungan via seluler siang ini Selasa (03/12) Erizon menuturkan rapat tersebut mengupas sejumlah persoalan urgen terkait penanganan serius pengemis yang ada di Kota Pekanbaru.

Pejabat yang juga Kabid PHU Kanwil Kemenag Riau ini menyebut masing masing dinas ataupun instansi terkait akan terlibat dan  bertanggung jawab untuk memberikan solusi setelah di lakukan pembinaan terhadap para tunawisma tersebut.

Sebut saja dinas  sosial kota dan provinsi, tenaga kerja satpol PP Kota Pekanbaru, Polda Riau, Kanwil Kemenag Riau. Bisa dikatakan turut bertanggung jawab menangani masalah ini.

“Baik itu dengan cara membuka lapangan pekerjaan bagi yang membutuhkan pekerjaan, lembaga pendidikan bagi anak yang putus sekolah”, jelasnya kepada humas.

Pun termasuk bantuan sosial dan hal lain yang di butuhkan oleh pengemis tersebut. Erizon mengaku pihaknya dari Kementerian Agama siap memberikan kontribusi dengan memberikan pembinaan keagamaan  jika di butuhkan dalam penanganan masalah agama.

Untuk itu Kadis Sosial berharap dengan adanya Rakor, semua pihak terkait dalam penanganan permasalahan ini dapat bersinergi dan saling berkoordinasi dalam  meminimalisir keberadaan pengemis perempuan dan anak di Provinsi Riau.(vera)