Siak (Inmas) – Selasa, (04/12/18), Ada yang menarik saat tim Monitoring ujian semester ganjil dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak melakukan kunjungannya ke Madarasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Muhammadiyah, Jl. Sudirman, Kampung Parit I/II, Kecamatan Sungai Apit. Tim Monitoring yang terdiri dari Ketua Pokjawas (Kelompok Kerja Pengawas), Drs. H. Syaifudin, Sakdiah, S.Pd.I., MM (Pengawas Madrasah) dan Dian Pauza, S.Sos (Staf Pendis) ini berkunjung dalam rangka melakukan peninjauan secara langsung ke lokasi pelaksanaan ujian di MTsS Muhammadiyah, Kecamatan Sungai Apit.
Berdasarkan informasi yang diterima oleh Inmas Kankemenag Siak, Kepala MTsS Muhammadiyah, Kecamatan Sungai Apit, Drs. Nasrun Maulana bersama para guru membuat kebijakan mengenai teknis aturan pelaksanaan ujian semester ganjil ini yakni dengan menggabungkan siswa kelas VII, VIII dan IX dalam satu ruangan, bukan dikelompokkan berdasarkan tingkat kelas. “Hal ini kami lakukan dalam rangka memupuk kejujuran dan menguji sejauh mana santri kami di sini dalam menjawab soal. Ini tentu menjadi evaluasi kami jika nanti hasil nilai ujian semester tersebut keluar. Kami dapat mengetahui sejauh mana mereka paham dan mengetahui jawaban soal”, ujar Nasrun memberi keterangan di hadapan Tim Monitoring.
Drs. H. Syaifudin bersama Tim Monitoring mengapresiasi atas inovasi yang dilakukan pihak MTsS Muhammadiyah, Kecamatan Sungai Apit tersebut. “Kami mengapresiasi atas inovasi yang dibuat di madrasah ini. Nilai kejujuran yang selama ini sering diucapkan dan disampaikan guru di dalam kelas, bisa dilihat implementasinya dalam ujian ini. Semoga para santri dapat menjawab secara maksimal berdasarkan hasil murni dari kemampuan sendiri”, ungkap Syaifudin senang.
Adapun jumlah santri yang mengikuti ujian semester ganjil di MTsS Muhammadiyah, Kecamatan Sungai Apit sebanyak 19 siswa dengan rincian 10 santri putra dan 9 orang santri putri. Sedangkan mata pelajaran yang diujiankan pada hari ketiga ini adalah, Bahasa Indonesia dan al-Qur’an-Hadits. (Hd)