0 menit baca 0 %

Tanamkan Akhlak Mulia Melalui Keteladanan

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) – Kini bangsa Indonesia sedang dilanda krisis moralitas. Akhlak anak bangsa semakin lama semakin tergerus akibat berbagai penyebab, seperti derasnya arus informasi globalisasi dan lain sebagainya. Untuk itu Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Penazawa) Kanwil Keme...

Pekanbaru (Inmas) – Kini bangsa Indonesia sedang dilanda krisis moralitas. Akhlak anak bangsa semakin lama semakin tergerus akibat berbagai penyebab, seperti derasnya arus informasi globalisasi dan lain sebagainya. Untuk itu Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Penazawa) Kanwil Kemenag Provinsi Riau melakukan berbagai hal untuk menangkal hal tersebut, termasuk  menaja Kegiatan Mimbar Ramadhan yang bekerjasama dengan Stasiun TVRI Riau-Kepri. 

“Kegiatan Mimbar Ramadhan ini, dengan berbagai topik dapat disaksikan setiap hari selama bulan Ramadhan 1437 H,” kata Drs H Irhas, Kabid Penazawa Kanwil Kemenag Riau melalui ustaz H Asrori, MA yang merupakan salah seorang panitia kegiatan ini.

Dalam Mimbar Ramadhan, Jumat (17/6), Ustadz Dr H Mustafa Umar LC MA yang merupakan Rektor Institut Ilmu Alquran Rokan Hulu dan Dosen Pasca Sarjana UIN Suska Riau, yang dipandu Griven H Putera MAg membahas tentang Ramadhan dan Pembentukan Akhlak.

Menurut Ustaz Mustafa Umar, Puasa Ramadhan dapat membentuk akhlak seseorang, seperti sikap jujur. “Jujur merupakan tiang utama dari akhlak,” ujarnya.

Menurut Ustaz Mustafa Umar lagi,  untuk menciptakan generasi berakhlak, unsur utamanya  diperlukan keteladanan, karena cara utama Rasulullah Saw mengajarkan keluhuran akhlaknya kepada umat manusia melalui keteladanannya dalam kehidupan. Laqad kana lakum fi rasulillahi uswatun hasanah. (Sungguh bagimu pada diri Rasulullah Muhammad Saw tersebut terdapat contoh teladan yang baik). 

“Bicara tentang akhlak Rasulullah Saw, maka Alquranul Karimlah akhlak Rasululullah Saw tersebut. Dan Allah Swt dalam surat Al Qalam ayat empat menyebut Akhlak Rasulullah dengan akhlak yang agung. Wa innaka la’ala khuluqin ‘azim,” lanjutnya.

Lalu apa konsekwensi jika seseorang atau suatu bangsa tidak mempraktekkan akhlak terpuji dalam hidupnya? Dengan lugas dan tegas Ustadz Mustafa mencontohkan kehinaan yang diderita Firaun akibat ia belaku sombong karena menyebut dirinya sebagai ana robbukum al- a’la (tuhan yang sangat tinggi). 

“Allah tenggelamkan Firaun ke laut dengan sedalam-dalamnya, lalu Allah selamatkan jasadnya hingga dapat menjadi pelajaran bagi kaum sesudahnya,” kata Ustaz Musthafa. Untuk itu, Ustadz Mustafa mengimbau masyarakat agar berakhlaq mulia dalam menjalani kehidupan. (g)