0 menit baca 0 %

Tahun Politik, Kakanwil SAPA dan Ingatkan Fungsi Strategis Penyuluh Hadapi Benturan

Ringkasan: Riau (Inmas)- Menghadapi tahun- tahun politik 2018 dan tahun 2019, penyuluh agama sebagai ujung tombak Kementerian Agama di Lapangan mempunyai peran strategis, yaitu harus bisa menjadi penengah yang menetralisir konflik dan benturan antar umat beragama.Hal tersebut ditegaskan Kakanwil Kemenag Riau D...

Riau (Inmas)- Menghadapi tahun- tahun politik 2018 dan tahun 2019, penyuluh agama sebagai ujung tombak Kementerian Agama di Lapangan mempunyai peran strategis, yaitu harus bisa menjadi penengah yang menetralisir konflik dan benturan antar umat beragama.

Hal tersebut ditegaskan Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA didampingi Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau HM Saman S Sos M SI usai menyampaikan kebijakan penting dan strategis Penyuluh Agama pada Sarapan Bersama Penyuluh Agama Islam (SAPA) di Aula Utama Kanwil Kemenag Riau, Sabtu (7/4/2018).

Ahmad Supardi menegaskan, untuk mengatasi konflik dan menjadi penengah dikalangan umat beragama, maka penyuluh harus menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik khususnya sebagai fungsi informasi, edukasi, advokasi dan beberapa fungsi lainnya. Sehingga pesan- pesan yang ingin disampaikan ke masyarakat tersampaikan dengan baik.

“Penyuluh sebagai ujung tombak Kementerian Agama di Lapangan, untuk itu hendaknya dapat menjalankan tugas dan pungsinya dengan baik. Apalagi saat ini menghadapi tahun- tahun politik,

tidak menutup kemungkinan terjadi benturan antar umat beragama, untuk itu Penyuluh Agama harus menjadi penengahi dan menyelesaikan persoalan- persoalan tersebut. Berkompetisi boleh, dukungan juga harus diberikan namun silaturrahim diantara umat harus tetap terjaga,” tegasnya.

Ditambahkan Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau, HM Saman S Sos M SI, kegiatan yang digelar sehari dengan judul SAP merupakan ajang silaturrahim antar penyuluh agama PNS dan penyuluh agama fungsional dengan Kakanwil Kemenag Riau sekaligus dalam rangka mematangkan persiapan program penyuluh agama menghadapi bulan suci Ramadhan dan tahun politik.

Selain itu target kita juga memberikan pengarahan agar penyuluh dapat memberikan penyuluhan kepada umat sebaik- baiknya. Karena frekuensi penyuluhan pada tahun politik dan bulan ramadhan tentu sangat tinggi, untuk itu kualitas dan kuantitas penyuluhan harus ditingkatkan,” ujarnya dan berharap kegiatan yang diikuti sekitar 100 penyuluh agama tersebut dapat memberikan pencerahan dan meningkatkan motivasi untuk terus mengabdi pada masyarakat. (mus/eka/faj)