Kampar (Inmas) – Dalam rangka memudahkan para Da’i dalam memberikan materi khutbah pada pelaksanaan hari raya idul fitri 1439 H/ 2018 M, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar tahun ini kembali menerbitkan buku khutbah idul fitri. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Alfian MAg, didampingi Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI, hari selasa (31/05) diruang kerjanya.
Alfian menjelaskan, buku khutbah idul fitri tahun ini di tulis langsung oleh Penyuluh Agama Ahli Madya Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar H Basri SAg, MSy, dengan judul “Makna fitrah dalam kehidupan”. Dalam al-Qur'an kata fitrah disebutkan sebanyak 20 kali, terdapat dalam 17 surat dan dalam 19 ayat, muncul dengan berbagai bentuknya. Ada dalam bentuk madhi, fiil mudhari, isim fail, isim maful dan isim mashdar.
Dalam bentuk fi'il madi sebanyak 9 kali, dimana fitrah berarti menciptakan, menjadikan. Kemudian dalam bentuk fi'il mudari' sebanyak 2 kali, yang berarti pecah, terbelah. Dalam bentuk isim fa'il sebanyak 6 kali yang berarti menciptakan, yang menjadikan. Dalam bentuk isim maf'ul sebanyak 1 kali yang berarti pecah, terbelah. Dan dalam bentuk isim ma?dar sebanyak 2 kali yang berarti tidak seimbang.
Dari 20 kali penyebutan kata fitrah ini hanya satu ayat yang menunjukkan bentuk fitrah secara jelas, yaitu dalam surat al-Rûm ayat 30. Kata fitrah dalam ayat ini mempunyai beberapa arti. Dalam kamus Al-Munawwir, kata fitrah diartikan dengan naluri (pembawaan). Kemudian Mahmud Yunus mengatakan, kata fitrah diartikan sebagai agama, ciptaan, perangai, kejadian asli. Dalam Kamus Bahasa Indonesia (KBBI), kata fitrah diartikan dengan sifat asli, bakat, pembawaan perasaan keagamaan.
Mudah-mudahan dengan diterbitkanya buku ini, dapat menjadi bahan bacaan oleh para khatib yang akan memberikan khutbah hari raya idul fitri tahun ini, dan membawa secerca cahaya bagi pengembangan wawasan ummat Islam. (Ags/Usm)